Les Private

Tips Menemukan Les Private yang Tepat untuk Anak

Les Private tidak berhasil kenapa? Pertanyaan tersebut tidak jarang ada di benak banyak orang tua. Banyak orang tua murid yang bertanya, kenapa sih anak saya nilainya jelek sekali, sehingga akhirnya saya memasukkan di Bimbel Akong ini.

 

les private

Tips les private yang bisa digunakan para orang tua untuk menemukan guru yang tepat untuk anak anda

 

Dalam kesempatan ini Mr. Akong ingin sharing tips les private yang mungkin bisa diikuti oleh orang tua dan para siswa:

1.  Les Private itu Chemistry

Artinya hubungan antara guru les dengan sang murid haruslah terjalin. Komunikatif 2 arah. Communication Skill si guru les private haruslah tinggi. Karena harus bisa menangkap apa yang dibutuhkan sang siswa. Dan si murid pun tidak malu-malu untuk bertanya kepada sang guru. Si guru haruslah memiliki tingkat kesabaran yang sangat tinggi, yang bisa menampung semua keluh kesah sang murid. Si murid akan sangat berasa susah sekali di suatu pelajaran. Si guru dilarang untuk memiliki sifat pemarah. Kalau si murid tidak bisa mengerjakan, janganlah dimarahi. Namun diberikan contoh. Sekali ga bisa, dikasih contoh. Ga bisa lagi, dikasih contoh lagi. Ga bisa lagi, dikasih contoh lagi. Lama-lama akan bisa. Dari pengalaman yang ada, seorang murid baru akan malu bertanya kepada guru les. Sehingga guru les harus pintar-pintarnya menggali informasi apa yang dibutuhkan siswa dan kesusahan apa yang sedang dimiliki siswa tersebut.

Sekitar 2 minggu mengajar, kemudian ada ulangan, dan bilamana hasil ulangan siswanya meroket, nah chemistry hubungan antara siswa dan guru les pun terjalin meroket pula, karena sang murid akan percaya sekali dengan guru lesnya. Dan dia akan tidak malu-malu bertanya kepada guru lesnya semua hal yang tidak dimengerti. Guru les merupakan the best advisor untuk muridnya.

2. Les Private Adalah Strategi

Anda tentu pernah main catur bukan. Main catur, pastinya perlu strategi, makanin pion-pion lawan, kemudian menteri-menteri, terakhir sang raja pun terpojok, dan akhirnya bisa memenangkan pertandingan. Belajar pun demikian adanya. Seorang siswa yang rajin belajar, namun tanpa strategi = nol. Siswa yang biasa-biasa saja, namun dengan strategi belajar, hasilnya pun bisa meroket. Apa sih strategi belajar? Belajar dengan memiliki prioritas. Semisal, si murid harus menguasai pelajaran eksakta terlebih dahulu melalui les private. Dengan menguasainya, si murid akan memiliki waktu yang sangat banyak untuk belajar pelajaran hafalan. Anda bisa bayangkan, bilamana si murid keteteran pelajaran eksakta, otomatis, si murid pun tidak punya waktu untuk belajar pelajaran hafalan. Karena dia akan fokus lebih lama di pelajaran eksakta tersebut. Dari pengalaman sang pengajar, biasanya sang murid yang sudah menguasai pelajaran eksakta terlebih dahulu, umumnya mereka nilainya tinggi sekali di pelajaran hafalan, karena memiliki banyak waktu untuk menghafal, selain pelajaran eksakta (mat, fisika, kimia) juga meningkat.

Seorang guru les private yang pintar, tentunya punya time schedule buat muridnya, semisal minggu ini belajar apa, minggu depan belajar apa. Dan sang guru akan mempunyai strategi mendahului lebih baik daripada ketinggalan. Umumnya murid-murid di Bimbel Akong diajarkan lebih cepat daripada sekolahnya, sehingga mereka lebih dominan nilainya dibanding teman-temannya.

Selain itu strategi les private menghadapi ulangan umumpun harus ada. Semua siswa di Akong Bimbel selalu diadvise menambah jam les sebanyak-banyaknya ketika ulangan umum, sehingga mereka pun punya banyak waktu untuk mereview materi-materi lamanya, semua chapter tercover. Alhasil les private dengan strategi tersebut sangatlah berhasil.

Strategi belajar pun harus diberikan oleh guru les kepada muridnya seperti strategi menghafal rumus-rumus. Seumpama, bagaimana menghafal rumus reactivity series, contoh: Li, K, Na, Ba, Cs,…. dihafal menjadi Lihat, Kalau, Nanti, Bapak, Kaisar,… Menghafal pelajaran PPKN, ataupun lainnya pun ada triknya. Seumpama, dihafal huruf paling depan, dan dirangkai. Hal tersebut sudah dipakai Mr. Akong semenjak SMP, hingga kuliah dan cukup berhasil. Dengan memegang kertas kecil sekali, berisi singkatan-singkatan, dan bisa dibawa kemana-mana sambil dihafal. Lumayan semisal 50 halaman yang harus dihafal, menjadi 10 singkatan yang mengcover semuanya.

 3. Les Private Merupakan Buku

Kesuksesan les private terletak di buku. Seorang guru les private yang jenius, tentunya punya buku pedoman untuk mengajar muridnya. Buku sakti ini tentunya merupakan primbon yang merupakan harga mati, yang harus dipenuhi seorang murid. Banyak sekali les private yang tidak berhasil, karena mungkin saja, guru lesnya pintar, namun dia tidak punya buku mengajar. Sehingga selalu berpedoman dengan buku sekolah. Ya, alhasil hasilnya tidak nampak, atau bahkan melorot turun.

Selain itu buku tulis yang digunakan murid les pun harus diperhatikan. Umumnya murid les pingin buku yang setipis mungkin supaya mudah dibawa. Hal tersebut merupakan kesalahan yang sangat besar untuk kesuksesan les private. Semakin tipis, berarti semakin cepat habis, dengan demikian, buku akan ditaruh di gudang atau sembarang tempat, sehingga pada waktunya nanti, pas dicari kembali, sudah hilang (dikiloin). Yang terbaik, buku setebal mungkin, sehingga mudah dilihat oleh mata, sehingga mudah dicari. Dan tidak mudah habis, karena kalo mau dicari satu rumus, mudah sekali. Semua bab, tercantum semua di buku tersebut. Buku tersebut tentunya merupakan buku pintar / primbon si murid.

4. Les Private Itu Merupakan Timing

Terkadang banyak orang tua yang tidak sabaran untuk melihat anaknya nilainya meningkat. Sang pengajar banyak menemukan orang tua kadang maunya instan. Mungkin sudah merupakan budaya Indonesia yang serba instan. Ada yang punya target anaknya les dalam seminggu, ulangannya harus bagus. Les private membutuhkan peningkatan secara bertahap. Bak layaknya seorang dokter, Sang guru les private, akan segera mendiagnosa penyakit yang diderita pasien, yakni kelemahan-kelemahan apa yang dimiliki sang murid. Kemudian, akan memberikan treatment khusus, termasuk obat-obat apa yang harus ditempuh sang murid. Ada murid yang lemah di integral, namun sang ayah, tidak mau perduli, maunya si anak jago integral. Padahal, kalau kita tilik, dasar aljabar si anak lemah sekali. Sehingga membuat pembelajaran integral akan sangat sulit, dan si murid tentunya akan memiliki tingkat kesalahan yang sangat tinggi.

Untuk memperbaikinya tentunya akan makan waktu yang cukup lama, yakni benerin dahulu aljabarnya. Banyak sekali orang tua “last minute” yang ketika sudah mau akhir-akhir ulangan umum, anaknya baru di les privatekan. Sedangkan kalau sudah selesai, akan berhenti les, tidak les sama sekali. Hal tersebut sudah terlambat, agak berat untuk mengejarnya. Matematika ada 700 rumus, fisika 700 rumus, kimia 700 rumus, apakah anak anda kuat hafal 2100 rumus hanya dalam waktu seminggu, 2 minggu.Alhasil les privatenya pun mengalami kegagalan.

5. Les Private Merupakan Komitmen dan Disiplin

Banyak ditemui oleh sang pengajar, rendahnya tingkat komitmen seorang murid, juga termasuk orang tuanya. Sehingga banyak yang mengalami kegagalan. Terakhir, ada pengalaman, bahwa ada seorang murid yang kemampuan matematikanya lemah sekali, dan mendekati Ujian Nasional. Sang pengajar pun mengejar pelajarannya dengan cepat. Dengan lemahnya matematika tersebut membuat si murid mengalami banyak kegagalan tes masuk SMA, dimana-mana di tolak. Sedikit demi sedikit kelemahannya akhirnya bisa diatasi Mr. Akong. Dan sang murid akhirnya lolos tes matematika, dan inggrisnya.

Pada waktu akan ada tes interview, Mr Akong advise ke orangtua untuk langsung masuk kelas conversation, karena interview tes merupakan tes yang paling menentukan. Namun si murid sepertinya banyak sekali kegiatan yang sebenarnya seharusnya dikalahkan dengan hal yang lebih penting, yakni tes interview. Sehingga si murid miss untuk ikut kelas yang sudah disiapkan Mr.Akong. Alhasil si murid ditolak sekolah tersebut.

Kurangnya komitmen si murid tersebut membuat kegagalan yang luar biasa, karena capai-capainya si murid belajar, namun akhirnya gagal lagi. Banyaknya aktivitas yang tidak penting, mengalahkan yang namanya les private. Seperti acara konser musik, padahal besoknya ulangan fisika, sehingga si murid bolos les, dan disetujui orang tua. Gimana mau nilainya bagus, kalau caranya begini? Terus kalo ulangannya jelek atau nilainya melorot, si guru les private yang disalahkan. Dari pengalaman yang ada, murid dan orangtua yang menaruh komitmen yang sangat tinggi pada les private dengan les private yang disiplin teratur, nilai muridpun meroket. Disiplin pun wajib dimiliki baik siswa maupun guru les private. Harus tepat waktu datangnya, dan selesainya. Serta tidak ganti-ganti schedule, schedule les harus fixed, tidak bisa ditukar-tukar, ataupun di cancel.

Komitmen seharusnya bisa terbentuk yakni dari motivasi si siswa tersebut. Bilamana motivasi si siswa terangkat, semisal si siswa ingin banget jadi dokter, maka dia akan berjuang habis-habisan menggapai cita-citanya dengan belajar. Belajar tanpa motivasi yang sebenarnya membuat les private mati rasa. Tugas seorang guru les dan orang tua untuk menggali potensi murid untuk diarahkan kemana, sehingga si murid akan termotivasi. Sekali lagi pendekatan psikologis.

6. Les Private Adalah Guru Les

Yang dibutuhkan terpenting dalam les private adalah guru. Asal-usul guru. Pengalaman mengajar berapa lama. Pengalaman bekerja di perusahaan berapa lama,dimana bisa menjadi sharing idea ke murid. Asal SMP, SMA, dan kuliah si guru les private sangatlah penting menjadi pedoman orang tua untuk memilih guru les private. Serta profil nilai yang pernah dicapai sang guru les pun penting. Bagaimana anak anda bisa dididik oleh seorang lulusan UI ranking terakhir, dengan IPK nilai rotring? Tentunya bilamana ingin mempersiapkan anak anda masuk UI / ITB tentunya sang anak perlu dididik dari alumni universitas tersebut yang punya jam terbang mengajar yang tinggi.

Pertama karena sang pengajar tentunya punya pengalaman menghadapi tes masuknya. Bagaimana anak anda mau masuk UI, namun anak anda dididik oleh seorang guru les lulusan Untar, maaf saja, sang guru les pun tidak lulus SBMPTN. Kedua, IQ, tingkat kepintaran pengajar les private pun tidaklah diragukan lagi.

Semoga tips tersebut bisa berguna menjadi pedoman orang tua, guru les private, dan siswa

 

3 comments on “Les Private
  1. najwa asih says:

    Bagaimana memperdalam belajar siswa dan membangun rasa percaya diri yang tinggi.terimakasih.

    Like

  2. Marini says:

    Maaf saya mau tanya biaya les private nya untuk anak kelas 2 sd berapa ya per bulan nya.. dan untuk anak tk jg brp biaya nya trims

    Like

  3. rachma says:

    Dea Akong
    Saya mau tanya klw privete untuk anak kelas 4sd berapa ya apakah boleh minta infonya. Trims

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mengenal Ricky Sugiri (Akong)
ricky sugiri

ricky sugiri

Ricky Sugiri ( Akong ) adalah pengajar dari kursus private bimbingan belajar les matematika ini. Untuk Informasi lebih lanjut mengenai bimbel matematika ini, hubungi, email: rickysugiri@yahoo.com ADD pin bbm = 51fefb79 Please cantumkan dengan lengkap 1. nama siswa? 2. kelas berapa? 3. nama asal sekolah? 4. Mau les apa? 5. Mau les materi berkurikulum nasional atau mau yang materi kurikulum luar (seperti matematika berbahasa inggris, science, dll) ? 6. alamat email yang bisa dihubungi? 7. nomor handphone? 8. Alamat rumah sekarang? (tanpa info yang lengkap dan jelas, email, bbm, sms, whatsapp tidak akan diresponse). Email / BBM preferable for fast response as teaching schedule yang sangat padat. Dan sangat memungkinkan telepon anda tidak terjawab karena kesibukan sang Pengajar yang sangat tinggi

View Full Profile →

Follow me on Twitter
Categories
%d bloggers like this: