Les A-Level

Menjelang Cambridge A Level Examination (CIE A Level)  yang biasanya berlangsung di bulan Oktober November ini, siswa-siswi berbagai sekolah international dengan menggunakan kurikulum Cambridge sangat sibuk sekali. Mereka mengikuti ujian International School di Jakarta yang diadakan oleh Cambridge University UK (United Kingdom) yang dilakukan serentak di seluruh dunia, yang biasa diadakan tiap bulan Oktober-November dan Mei-Juni dengan materi soal yang sama di seluruh kota di dunia, meski terdapat varian varian soal.

Apa itu Les A-Level?

Cambridge A Level merupakan singkatan dari Cambridge Advance Level Programme. Dalam Cambridge A Level Programme ini, ujian biasanya dilakukan selama sebulan, bahkan bisa lebih. 1 Subject / mata pelajaran akan makan waktu beberapa minggu, dikarenakan adanya beberapa paper yang wajib diikuti siswa tersebut. Ambil contoh, siswa yang hendak ujian A Level Examination dengan Subject Chemistry, maka ada 3 paper yang harus diikuti, misalnya paper 1, paper 3, dan paper 5. Biasanya paper 1, soal soalnya pilihan ganda, dan relatif mudah. Kalau paper 3, tingkatannya lebih sulit dan soal soalnya isian. Sedangkan paper 5 biasanya lebih sulit lagi dan berupa ujian praktek. Bagaimanapun juga, tingkat kesulitan overall atau rata ratanya dapat disebut sangat sulit ujiannya. Sehingga tidaklah heran, pada waktu 4 bulan sebelum tes ini, anak-anak yang mengambil Ujian Cambridge A Level pada berbondong-bondong ikut program Les A Level atau Les Cambridge A Level terutama yang berada di Jakarta.

Les A Level

CAMBRIDGE GCE A LEVEL merupakan ujian International yang menggunakan kurikulum Cambridge. Sehingga banyak orang yang mencari tempat les yang menyediakan Les A-Level terutama di Jakarta.

Biasanya ujian Cambridge A Level Examination ini berbarengan dengan ujian Cambridge IGCSE. A Level dan IGCSE ini seperti kakak beradik. Seorang siswa International School sistem Cambridge dengan tingkatan selevel SMA 1, wajib untuk mengikuti test IGCSE, namun pas lulus SMP, mereka tidak ada test seperti UN (Ujian Nasional), jadi SMP kelas 1 hingga kelas 3 tidak ada Ujian Negara. Setelah mereka menyelesaikan ujian IGCSE (International General Certificate of Secondary Education) biasanya setingkat SMA 1, mereka wajib mengikuti CIE AS Level (Cambridge International Examination Advance Supplementary Level) biasanya setingkat SMA 2, dan akhirnya mereka wajib mengikuti CIE A Level (Cambridge International Examination Advance Level) di kelas 3 pas terakhir menjelang kelulusan.

Ujian tersebut diperiksa langsung oleh examiner (tim penilai dari Cambridge yang berada di negara lain), sehingga menjamin tingkat objectivitas yang sangat tinggi. Sehingga terlihat sekali model Ujian International Cambridge mementingkan ujian per tahun, tidak seperti Indonesia yang di dalam pendidikan menengah (secondary), Ujian Nasional dilakukan per 3 tahun, yakni di SMP 3 dan SMA 3.

Untuk pendidikan menengah pertama yang berlaku di Singapore sedikit berbeda dengan Cambridge yang diterapkan di seluruh dunia, yang pembahasannya akan dilakukan pada tulisan berikutnya. Kemudian kami ingin share mungkin berguna sekali untuk orang tua yang ingin mengetahui info sistem pendidikan Singapore.

Sistem pendidikan menengah atas yang berlaku di Singapore menerapkan 3 system, yakni Junior College (yang menerapkan system Cambridge A Level), Politeknik (dimana diperuntukkan untuk Singaporean yang biasanya nilai sekolahnya kurang, namun tidak bisa stereotype seperti itu juga sih, adapun yang nilainya baik juga ada yang ingin langsung bekerja di Singapore, tidak ingin melanjutkan University, sehingga mementingkan praktek daripada teori).

Sedangkan Singaporean yang kaya raya biasanya mengambil jalur IB (International Baccalaureate), dikarenakan mereka ingin anaknya melanjutkan Universitas di Amerika. Untuk As Level dan A Level yang diselenggarakan di Singapore, mereka menggunakan Grade H1 dan H2. Biasanya A Level H2, aduhai susahnya. Jadi kalau ada anak yang bilang A Level mudah, harusnya dia coba dahulu A level H2. Sedangkan dalam test persiapan masuk Universitas NTU (Nanyang) dan NUS (National University of Singapore) dikenal perlunya siswa mempersiapkan diri dengan Les AO Level maupun Les A Level. Namun adanya tidak sepenuhnya benar untuk tes banyak soal A Level. Mungkin bisa dikonfirmasi langsung dengan bimbel penyelenggara Les Nanyang dan Les NUS (University Entrance Exam).

Bagaimanapun juga A Level diakui di seluruh dunia dilihat ijazah Cambridge A Level yang bisa digunakan di berbagai Universitas di seluruh dunia, terutama negara-negara persemakmuran Inggris / negara bekas jajahan Inggris (British Commonwealth), sehingga siswa-siswi Sekolah Internasional (International School) tanpa kesulitan untuk masuk ke universitas-universitas ternama di seluruh dunia dan mengikuti pelajarannya.

Les  A Level merupakan program 2 tahun belajar intensif persiapan ujian A Level yang sangat dibutuhkan jika ingin melanjutkan di Universitas International yang sesuai dengan keinginan dan pastinya universitas tersebut juga mengharuskan siswa sekolah menengah untuk mengikuti ujian A Level.

Mengapa Memilih Program Ini?

Di tengah-tengah kesibukan siswa mempersiapkan Ujian Cambridge A Level, biasanya para siswa-siswi bersama dengan orang tua sangat kawatir sekali dengan Ujian yang berskala international, sehingga mereka berbondong-bondong Les A Level untuk mempersiapkan CIE A Level (Cambridge International Examination Advance Level) dengan sebaik-baiknya.

Dapat dimaklumi, jikalau Ujian Nasional aja orang tua kawatir amat dengan anak anaknya, terlebih Ujian A Level yang diselenggarakan di seluruh dunia, orang tua yang sudah bayar uang International School yang selangit, tentunya tidak ingin melihat anaknya gagal, malahan ingin anaknya mendapatkan nilai terbaik sehingga dengan mudah masuk universitas terbaik di Amerika, Inggris, Australia, Singapore, ataupun di negara negara British Commonwealth lainnya.

Kenapa siswa atau siswi perlu Les A Level? Karena hal ini diperlukan untuk membuat standardisasi dengan ajaran yang diterima siswa di sekolah, dengan standard International yang sebenarnya berlaku. Biasanya kami menemukan banyak sekali kekurangan siswa sekolah international / International School yang disebabkan bukan karena muridnya yang bodoh, namun skill pengajaran guru di sekolah tidak sesuai dengan standard Cambridge sebenarnya, kemungkinan guru-gurunya teaching experience / jam terbang rendah, kurangnya training yg diperoleh, educational background and working background yang bukan engineering, dan seperti tulisan kami sebelumnya banyak sekali bertumbuhnya berbagai International School di Jakarta, namun kekurangan Human Resource (guru yang qualified) di bidang A Level tersebut, ya terpaksa diambil guru guru yang seadanya (contoh guru sekolah kurikulum nasional negeri dipaksa dicocok cocokin mengajar kurikulum Cambridge).

Malah kami pernah mendengar dari beberapa siswa, ada guru Biologi disuruh mengajar Fisika, padahal gurunya tidak bisa sama sekali, sehingga murid diharuskan untuk membaca buku saja di kelas, dan bahayanya Free Time (ngobrol, plus mana mungkin baca buku Kimia seperti baca komik).

A Level memang tingkatan Advance Level sehingga pelajarannya sangat sulit sekali, sehingga jumlah pengajar yang qualified minim sekali. Kesimpulannya, jadi orang tua jangan mengira sudah mengeluarkan uang jutaan malah puluhan juta rupiah per bulan untuk uang sekolah anaknya, dengan anggapan guru sekolahnya cukup sesuai standard / qualified, sehingga perlu adanya back up supaya make sure si anak akan sukses di ujian Cambridge A Level tersebut. Harus adanya Risk Management untuk menghindari spend “big money” for nothing. Gambaran lain seperti berikut, kami memiliki banyak murid homeschool, dimana banyak orang tua siswa tersebut merupakan guru dari sekolah sekolah.

Mungkin faktor ekonomis, pendidikan agama, dan lain lain, membuat orang tua meng homeschool kan anak anaknya. Banyak dari mereka pada tingkatan kelas 6 SD, 3 SMP, maupun 3 SMA menyerahkan putra putrinya ke kami untuk dilakukan standardisasi / penyamaan dengan program yang diajarkan sekolah sekolah baik kurikulum yang diambil orang tua kurikulum nasional, maupun kurikulum Cambridge.

Jadi dapat dilihat, mereka menganggap sedemikian pentingnya membuat anak anak mereka sesuai dengan standard nasional / internasional yang average, sehingga anak anak mereka tidak downgrade dari anak anak sekolah lainnya.

Kesalahan terbesar yang kami temukan pada orang tua di dalam persiapan ujian Cambridge A Level adalah mereka mulai les menjelang Exam Cambridge A Level. Kenapa tidak dari jauh hari? Sehingga cukup berat bagi si siswa untuk menerima beban yang begitu besar yang akan ditransfer ke siswa untuk membuat skill Cambridge nya sesuai standard Cambridge sebenarnya.

Malah banyak sekali kami temukan anak anaknya sudah “sekarat” blank tidak mengerti apa apa di subject math, physics, chemistry terus sudah mau tes, dan waktu sempit sekali. Kami dapat menolong at least bisa lulus. Namun berat beban bagi kami, dan si murid sendiri. Jadi lebih aman, sedia payung sebelum hujan. Kesalahan kedua, orang tua terkadang berharap si anak dengan cepat “recover” sembuh dari nilai kurang baik dalam 1 bulan.

Banyak orang tua yang tidak tahu basic anaknya lemah sekali, sehingga perlu dilakukan pengobatan tahap pertama, dan banyak tahap lanjutannya. Semisal si murid sudah sampai pelajaran Integral, kemudian dia lemah sekali di aljabar, lemah di turunan (differensial), lemah di trigonometri, lemah di logaritma, lemah di geometri.

Lalu untuk bisa integral ya itulah harus diperbaiki semua. Apakah butuh cuma 1 bulan? 2 bulan? Seorang guru profesional layaknya dokter spesialis yang akan menganjurkan banyak tahapan pengobatan untuk pasiennya yang sudah akut. Anda dapat berpikir seorang pasien kanker butuh waktu berapa lama untuk sembuh? Pasien yang setelah sembuh diberi vitamin vitamin, gingseng, dan akhirnya menjadi juara kelas.

Sekarang keputusan ada di tangan Anda sebagai orang tua siswa untuk menahkodai anak Anda demi keberhasilan perjalanan hidup mereka. Kami pernah bilang ke banyak orang, kami tidak dapat memberikan banyak harta warisan ke anak anak kami, kami hanya dapat memberikan ilmu kepada mereka untuk perjalanan hidup mereka. Dengan ilmu, kami yakin mereka dapat hidup mandiri, tidak bergantung dari orangtua, sedangkan kami wariskan uang (sebagai contoh modal), uang akan cepat habis, susut inflasi sejalan dengan waktu.

Namun dengan ilmu, at least anak anak tidak akan susah hidupnya dan dapat bersaing dengan competitor lain terlebih nantinya di alam Free Trade Area banyak tenaga kerja asing masuk Indonesia. Apakah anak anda dapat bersaing dengan mereka, atau hanya akan menjadi bawahan mereka saja?

18 comments on “Les A-Level
  1. Arra says:

    Halo….
    saya seorang lulusan SMA biasa (bukan sekolah international) tetapi saya mempunyai cita-cita ingin melanjutkan studi ke UK. apa yang harus saya lakukan ? apakah ada tempat dimana saya bisa mendapatkan ijazah A-Level yg diakui dimata internasional di Indonesia??? saya tunggu jawabannya.terima kasih

    Like

  2. pak kalau soal harganya? sampai dapat ijazah cambridge

    Like

  3. Arik Su says:

    untuk masuk seni dan desain NTU Singapura apakah ada tes matematika A level? atau AO level?

    Like

  4. nindy says:

    Untuk kuliah di australia saya lihat juga memerlukan ijazah ini, untuk les ini biayanya berapa, dan apakah bisa diurus juga untuk apply ke sana?

    Like

  5. Mitha KArtika says:

    apakah lesnya bisa dengan jarak jauh ? secara online misalnya

    Like

  6. christian says:

    pak biaya pendaftaran masuk kursus a level berapa pak, dan biasa untuk menyelesaikan kursusnya butuh berapa lama

    Like

    • ricky sugiri says:

      Ok segera kirim. Lama nya kursus bergantung 1. IQ 2. Kerjain pr ga. 3. Masuk les terus ga. 4dst masih banyak faktor. Karena a level kekuatannya sekitar 4kali model ujian nasional sma. Jadi bisa anda bayangkan.

      Like

  7. Maria Magdalena says:

    alamat tempat lesnya dimana pak? tolong info lebihnya pak
    terimakasih..

    Like

  8. alma says:

    Halo pak, saya interested untuk join les A-Level ini, untuk harganya brp ya?

    Like

  9. Ai says:

    Di makassar sudah ada tempat bimbelnya atau belum?

    Like

  10. christian L says:

    malam pak..saya mau ambil AS level matapelajaran bahasa inggris..apa bapak bisa bantu?thx

    Like

  11. Nita says:

    Pak Ricky,

    Saya mau kursuskan anak sy utk test a lvl. Bs tlg email biaya2 dan lokasi kursus. Bs privat kerumah peserta ? Tks

    Like

  12. Irfan says:

    saya tertarik untuk kuliah di singapura, bagaiman dengan A level req. nya

    Like

  13. srikuati73 says:

    Slmt pagi, bisakah kami ikut Les jarak jauh….kami tinggal di jogja dan pingin ikut Ujian AS untuk bln Nov, tolong secepatnya dijawab ya…..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mengenal Ricky Sugiri (Akong)
ricky sugiri

ricky sugiri

Ricky Sugiri ( Akong ) adalah pengajar dari kursus private bimbingan belajar les matematika ini. Untuk Informasi lebih lanjut mengenai bimbel matematika ini, hubungi, email: rickysugiri@yahoo.com ADD pin bbm = 51fefb79 Please cantumkan dengan lengkap 1. nama siswa? 2. kelas berapa? 3. nama asal sekolah? 4. Mau les apa? 5. Mau les materi berkurikulum nasional atau mau yang materi kurikulum luar (seperti matematika berbahasa inggris, science, dll) ? 6. alamat email yang bisa dihubungi? 7. nomor handphone? 8. Alamat rumah sekarang? (tanpa info yang lengkap dan jelas, email, bbm, sms, whatsapp tidak akan diresponse). Email / BBM preferable for fast response as teaching schedule yang sangat padat. Dan sangat memungkinkan telepon anda tidak terjawab karena kesibukan sang Pengajar yang sangat tinggi

View Full Profile →

Follow me on Twitter
Categories
%d bloggers like this: