Kok Anak Saya Malas Belajar?

Sering kali kita menemukan, kok anak saya malas belajar, gak ada motivasi belajar sama sekali? Hal ini merupakan fenomena yang banyak terjadi akhir-akhir ini di lingkungan keluarga kita.

Penyebab?

Kita harus tahu apa sih yang menyebabkan anak kita malas belajar. Contoh yang paling simple, gini deh, lihatlah ke suatu perusahaan, kita bisa melihat kok ada ya di suatu perusahaan yang karyawannya kerjanya rajin, sedangkan di perusahaan lain, karyawannya kerjanya malas-malasan. Analogi tersebut sebenarnya sama dengan anak kita.

Di suatu perusahaan, dimana yang sangat care dengan karyawan, seperti halnya, karyawan berprestasi akan mendapat reward, seperti kenaikan pangkat, naik gaji, atau terima bonus. Selain berprestasi mungkin kerajinan dari karyawan, rajin datang ke kantor tidak pernah telat, menyelesaikan kerjaan on time, tentunya mendapatkan reward. Selain itu, mungkin saja untuk level manager, mendapat fasilitas mobil kantor. Atau perusahaan memfasilitasi pembelian secara kredit rumah atau mobil untuk karyawannya dengan bunga 0 persen. Tentunya hal ini akan memotivasi kerja karyawannya, serta meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaannya, karyawan akan menganggap boss nya sayang terhadap karyawannya dan menganggap seperti anak kandungnya sendiri. Otomatis motivasi kerjanya sangat luar biasa. Selain itu faktor lingkungan kerja seperti tidak ada sikut-sikutan sesama karyawan pun menjadi faktor motivasi kerja. Bagaimana bila karyawan saling sikut2an, sehingga motivasi untuk kerjapun enggan, si karyawan akan malas masuk kantor, karena sampai kantor pun dia akan jadi bulan-bulanan musuhnya. Atau lingkungan kerja dengan boss yang sangat killer, dimana bawaan boss tiap hari marah-marah terus. Tentunya menurunkan motivasi kerja. Jadi bukan hanya faktor reward saja yang menjadi penentu motivasi kerja.

Ilustrasi demikian, sama dengan yang terjadi pada anak kita. Lihatlah kita sendiri, apakah kita memberi reward ke anak kita, bilamana ulangan mereka bagus. Adakah sesuatu yang membuat motivasi belajar mereka meningkat? Sebagai contoh, beberapa orangtua memberikan reward kepada anaknya, semisal hasil raport matematikanya 7, si anak akan diajak jalan-jalan ke kidzania. Dengan janji tersebut, si anak akan mempunyai komitmen, kalau ulangan bagus terus, nanti akan ke Kidzania. Janji bukan hanya Kidzania, bisa saja dalam bentuk lain, seperti diberikan tempat pensil baru dengan gambar Elsa Frozen / Cinderella. Jadi dengan reward tersebut, si anak akan belajar dengan punya tujuan.

Terpenting, janganlah dengan mudah memberikan sesuatu kepada anak kita. Biasanya orangtua yang dengan mudah memberikan sesuatu kepada anaknya, agak sulit bisa memotivasi belajar si anak. Maksudnya? Banyak orangtua memberikan hadiah kepada si anak, tanpa mensyaratkan si anak harus dapat target nilai raport / ulangan berapa. Dengan demikian, si anak akan merasa ngapain sih belajar cape-cape, toh orangtuaku pasti memberikan hadiah juga / ajak ke Kidzania atau ajak main ice skating. Sesuatu reward akan didapat si anak, bilamana si anak berusaha dengan keras untuk meraihnya. Dengan demikian motivasi yang luar biasa untuk belajar akan timbul dengan sendirinya. Hal tersebut di banyak benak orangtua berpikir hal yang negatif dengan pemberian reward tersebut. Namun zaman sudah berubah, generasi sekarang, sudah beda sekali dengan generasi yang lalu. Tanpa inovasi, tentunya tidak akan membuat si anak termotivasi belajar.

Seperti halnya motivasi pekerjaan, yang mementingkan lingkungan kerja. Belajar pun juga demikian. Sebagai contoh, semisal lingkungan belajar di suatu sekolah siswa-siswanya malas belajar, tentunya anak kita pun akan terbawa malas belajar juga, karena terbawa lingkungan. Mau sepintar apapun anak kita, namun lingkungan kelasnya, temen-temennya malas-malasan, ya ikut malas jugalah anak kita. Semisal si guru menyuruh murid-muridnya mengerjakan soal 40 nomor, namun ternyata di kelas pada ngobrol semua, nyontek-nyontekan, ada yang tidur, terus gurunya baca koran, sehingga free time, lengkaplah sudah. Jadi penentuan sekolah yang dipilih ternyata penting sekali membawa dampak ke motivasi si murid untuk belajar.

Contoh lain yang berkaitan dengan lingkungan, semisal di sekolah ataupun di kelas, si siswa banyak dibully teman-temannya. Atau antar siswa banyak geng yang suka ribut. Atau lingkungan sekolah yang banyak muridnya terkena narkoba. Motivasi siswa untuk ke sekolah pun ogah, siswa akan ga punya motivasi belajar. Gimana bisa belajar, temen sebangkunya suka ngefly di kelas. Solusinya ya sebaiknya harus pindah sekolah, agak bisa mendapatkan suasana sekolah yang baru. Lingkungan guru yang killer maupun yang lemah pun juga membawa dampak motivasi belajar. Guru yang killer cenderung akan membawa dampak psikologis ke siswa, siswa akan gemetaran dulu, lihat gurunya mengajar, jadi materi yang masuk ke otak pun susah. Guru yang lemah atau mudah dinego, ataupun bisa dibully siswa pun, membuat suasana belajar tidak enak, sehingga gak akan ada motivasi bagi siswa.

motivasi belajar

Lingkungan rumah pun juga berdampak pada motivasi belajar siswa. Orangtua yang selalu bertengkar, tentunya akan membawa dampak kejiwaan ke si anak, sehingga motivasi belajar siswa akan berada di titik terendah. Orangtua jarang di rumah, jarang bertemu dengan si anak pun sedikit banyak ada pengaruhnya ke si anak. Soalnya si orangtua tentunya perlu menanyakan apa yang dipelajari di sekolah, ada masalah apa? Semacam basa basi, namun komunikasi demikian sangatlah berdampak pada motivasi belajar, si anak akan pikir wah papanya atau mamanya sangat care dengan dia. Orang tua di rumah juga berfungsi sebagai filter si anak, apakah si anak main tablet terus, main komputer terus, nonton tv terus, dll sehingga gak mau belajar. Teknologi tersebut memiliki andil yang menurunkan semangat anak2 untuk belajar, karena mereka akan addict atau ketagihan, sehingga pas mau belajar, udah ogah / otak cape. Ada seminar di IPEKA yang menyatakan teknologi komputer /tablet / hp demikian jahatnya sehingga membuat siswa malas untuk belajar, sehingga otomatis nilai si anak turun. Orangtua wajib mengontrol pemakaiannya. Salah satu kebiasaan buruk orangtua dengan memberikan tablet/iphone/smartphone/laptop yang dijanjikan bilamana si anak naik kelas atau naik dari sd ke smp ataupun dari smp ke sma. Dimana banyak ditemukan, yang demikian biasanya si siswa tidak bisa mengontrol, sehingga siswa tidak punya waktubelajar, main terus, karena ribuan fitur yang ada di teknologi tersebut. Terkadang siswa tersebut sudah lespun, tidak membawa efek atau hanya sedikit efeknya, dan banyak orangtua yang menyalahkan guru lesnya. Padahal inti dari masalahnya, teknologi tersebut. Sedangkan Lingkungan dalam rumah yang berisik akan menurunkan konsentrasi dan motivasi belajar, dibandingkan dengan di rumah menyetel lagu klasik Mozart.

Terlalu banyak les juga membawa dampak menurunkan motivasi belajar si anak. Semisal si anak dalam seminggu dipenuhi dengan les ballet, les biola, les piano, les bahasa mandarin, les inggris, les pelajaran sekolah, les renang, terkadang ada juga les basket / bulu tangkis saja juga dilesin. Tiap hari penuh waktunya, gimana si anak punya waktu untuk belajar. Tiap minggu selalu begitu, sehingga si anak akan jenuh, pulang sesampainya di rumah sudah malas, gak ada motivasi untuk belajar lagi. Tepatlah memilih les yang benar-benar diperlukan, dengan memperhatikan besok bakal ulangan apa sih, pr dapat selesai dikerjakan, dan punya waktu untuk review pelajaran yang baru dipelajari di sekolah atau les. Saya punya murid yang les balet tiap hari dari mulai pulang sekolah hingga jam 9 malam, dan hasil ulangannya tidak memuaskan, dan si orangtua bertanya, kenapa sih anak saya meskipun les di Akong Bimbel tetap jelek. Anak saya memang bodoh kali ya? Sayapun menjawabnya, bahwa selama les berlangsung si anak sudah menguasai, dan saya balik bertanya, apakah direview di rumah. Dan si Ibu bilang tidak ada waktu untuk review karena jadwalnya full sampai malam. Hal tersebut tidak akan menyelesaikan inti permasalahan dengan menyalahkan si anak tidak mampu matematika. Bagaimanapun si anak perlu mengulang review apa yang sudah dipelajari, terkecuali si anak memiliki IQ yang sangat tinggi seperti Einstein yang bisa hafal dan tidak lupa-lupa.

 

 

 

Ricky Sugiri ( Akong ) adalah pengajar dari kursus private bimbingan belajar les matematika ini. Untuk Informasi lebih lanjut mengenai bimbel matematika ini, hubungi, email: rickysugiri@yahoo.com ADD pin bbm = 51fefb79 Please cantumkan dengan lengkap 1. nama siswa? 2. kelas berapa? 3. nama asal sekolah? 4. Mau les apa? 5. Mau les materi berkurikulum nasional atau mau yang materi kurikulum luar (seperti matematika berbahasa inggris, science, dll) ? 6. alamat email yang bisa dihubungi? 7. nomor handphone? 8. Alamat rumah sekarang? (tanpa info yang lengkap dan jelas, email, bbm, sms, whatsapp tidak akan diresponse). Email / BBM preferable for fast response as teaching schedule yang sangat padat. Dan sangat memungkinkan telepon anda tidak terjawab karena kesibukan sang Pengajar yang sangat tinggi

Posted in Tips
One comment on “Kok Anak Saya Malas Belajar?
  1. Les Privat says:

    Ko…mantappp…sukses benerrr.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mengenal Ricky Sugiri (Akong)
ricky sugiri

ricky sugiri

Ricky Sugiri ( Akong ) adalah pengajar dari kursus private bimbingan belajar les matematika ini. Untuk Informasi lebih lanjut mengenai bimbel matematika ini, hubungi, email: rickysugiri@yahoo.com ADD pin bbm = 51fefb79 Please cantumkan dengan lengkap 1. nama siswa? 2. kelas berapa? 3. nama asal sekolah? 4. Mau les apa? 5. Mau les materi berkurikulum nasional atau mau yang materi kurikulum luar (seperti matematika berbahasa inggris, science, dll) ? 6. alamat email yang bisa dihubungi? 7. nomor handphone? 8. Alamat rumah sekarang? (tanpa info yang lengkap dan jelas, email, bbm, sms, whatsapp tidak akan diresponse). Email / BBM preferable for fast response as teaching schedule yang sangat padat. Dan sangat memungkinkan telepon anda tidak terjawab karena kesibukan sang Pengajar yang sangat tinggi

View Full Profile →

Follow me on Twitter
Categories
%d bloggers like this: