Apa Beda Mencolok Anak Sekolah Nasional dengan International School?

Banyak orangtua yang menanyakan apa sih perbedaan bilamana saya masukkan  anak saya ke sekolah nasional dengan sekolah internasional?

beda les

Sebagai tuition center in Jakarta yang memiliki berbagai macam siswa sekolah nasional maupun international school students yang ikut program les international school, dalam kesempatan ini akan dibahas perbedaan mencolok antara siswa sekolah nasional dengan international school, yang akan diulas sebagai berikut:

1. Materi pelajaran sekolah nasional relatif sangat banyak, di beberapa sekolah SMA malah lebih dari 10 mata pelajaran. Sedangkan materi international school relatif sedikit, hanya memfokuskan di matematika, physics, chemistry, english, mandarin, dan beberapa pelajaran pilihan seperti biologi, bisnis, ekonomi, komputer. Meskipun sedikit namun jam belajar untuk mata pelajarannya diperbanyak. Sehingga kalau kita lihat, pembahasannya lebih mendalam/mendetail. Mana yang lebih bagus? Kalau mau pilih lebih fokus dengan pelajaran, ya tentu international school, yang tidak dijejali dengan pelajaran “rubbish” dimana tidak digunakan di dalam dunia kerja. Ingat di dunia kerja, hanya dibutuhkan pelajaran terapan seperti matematika, fisika, kimia, biologi, bisnis, accounting dan bahasa asing seperti inggris dan mandarin.

aaaa

 

2. Anak sekolah nasional biasanya melihat angka koma bingung. Maksudnya apa? Anak sekolah nasional terbiasa dengan angka-angka genap. Semisal dalam ulangan, hasil yang mereka peroleh biasanya tidak ada koma, alias bagus angkanya. Kalau ada koma, mereka akan curiga ada yang salah. Jadi mereka sangat takut untuk salah. Dan proses berhitung mereka meskipun angkanya susah dihitung perkalian ribuan ataupun ratusan, tetap tidak boleh kalkulator. Di Bimbel Akong, dibiasakan anak-anak untuk mengerjakan soal yang angka-angkanya jelek, untuk membiasakan mereka untuk terbiasa dengan kesalahan, sehingga menumbuhkan rasa percaya diri. Sedangkan anak sekolah international terbiasa melihat angka desimal ataupun pecahan. Dan proses berhitung diperbolehkan menggunakan kalkulator. Namun untuk sekolah international tertentu yang gurunya banyak berasal dari Indonesia maupun philiphine mereka banyak yang tidak memperbolehkan menggunakan kalkulator, alias harus manual berhitung meskipun perhitungannya sulit sekali karena banyak desimal atau perkalian ribuan. Sebenarnya di Singapore ataupun British Commonwealth countries lainnya calculator is allowed. Kalau dari analisa, kemungkinan karena guru yang berasal dari indonesia maupun filipin yang dahulu semasa sekolahnya tidak diperbolehkan penggunaan kalkulator, hal tersebut juga diterapkan kepada muridnya yang sekarang (“efek balas dendam” :)).

3. Soal cerita/case study siswa International school lebih banyak daripada sekolah nasional. Hal ini kelihatan sekali semenjak kelas 5 SD terdapat perbedaan mencolok. Karena tidak terbiasa dengan soal cerita, anak-anak sekolah nasional biasanya sangat lemah sekali mengerjakan soal cerita, semenjak sd hingga SMA 3. Siswa sekolah nasional lebih kuat dalam pengerjaan non soal cerita. Padahal yang terpenting siswa mengerti penerapan hitungan dalam dunia sehari-hari dalam bentuk soal cerita.

4. Pengerjaan soal-soal International school banyak menerapkan prototype / model, sedangkan sekolah nasional lebih mengedepankan pada teknik aljabar. Hal ini dapat dilihat perbedaan mencolok pada waktu SD. Teknik aljabar ini sangatlah berat untuk diajarkan siswa SD, yang kebanyakan banyak mendapatkan kesulitan ketika penerapan aljabar. Menurut analisa pengajar dikarenakan daya otak mereka belumlah sampai, namun terkadang keadaan memaksa mereka untuk bisa survive. Penerapan prototype yang menggunakan otak kanan yang diterapkan international school biasanya sangat mempermudah pengerjaan soal.

5. Terkadang sekolah nasional cukup sadis juga (“tidak semua”), terkadang sehari ulangan bisa 3, tanpa memperhatikan efektif atau tidaknya ulangan tersebut. Terlebih kalau minggu ulangan, bisa dalam seminggu ulangan terus dan sadisnya sehari bisa 2 ataupun 3, malah bisa 4. Terkadang murid-murid sudah memelas mohon kebijakan guru revisi jadwal ulangan, namun biasanya ditolak, karena jadwal due date kumpulin nilai guru-guru tersebut tidak bisa diundur. Akhirnya banyak ortu yang kasihan liat anaknya menderita, yang bisa tidur sampai jam 2 pagi. Di sekolah international hal tersebut kadang terjadi, namun umumnya schedule ulangan sudah diset sedemikian rupa di kontrol guru walikelas dan kepala sekolah yang membumbuhkan tanda tangan, dimana mencegah dalam 1 hari bisa lebih dari 1 ulangan.

6. Yang pasti keunggulan bahasa. Di sekolah international materi inggris dan mandarin tiap hari, dan umumnya mereka menggunakan native speaker. Untuk sekolah nasional banyak yang kesulitan untuk mendapatkan native speaker jadi terkesan praktek berbahasa /berbicaranya relatif sedikit. Sehingga kita umum lihat ada murid yang jago sekali grammar di sekolah nasional, tapi dia bukanlah pengguna bahasa inggris yang aktif, karena tidak pernah conversation. Hal ini sangat berbeda karena sekolah international menjadikan English and Mandarin as First Language. Seperti diketahui, siswa dengan jumlah bahasa yang dipelajari lebih banyak dari siswa lain, memiliki tingkat IQ dan EQ lebih tinggi daripada siswa lainnya, mungkin bisa dicek di Google artikel tersebut.

7. Jago menghafal. Sekolah nasional dikenal murid-muridnya jago menghafal. Kita bisa lihat memang banyak sekali mata pelajaran. Dan banyak yang membutuhkan hafalan. Banyak guru fisika dan kimia di sekolah nasional yang kemampuannya kurang dalam berhitung, mengutamakan materi menghafal. Terkadang bingung juga, kenapa ketika ulangan materi Hukum Newton, banyak sekali hafalannya daripada hitungannya. Karena jago menghafal, makanya orang indonesia yang kuliah di luar negeri sangat dikenal untuk jago menghafal dibanding siswa negara lain. Anda tidak asing dengar bahwa lulusan kuliah Indonesia paling jago teori daripada praktek bukan?  Untuk international school ada juga hafalan, namun bobotnya tidak sebanyak sekolah nasional. Kebanyakan mereka lebih cenderung ke praktek daripada teori menghafal. Jadi banyak hitungan, dan praktek conversation, writing, dsb. Serta siswa International School lebih dominan dalam presentasi karena banyak pelajaran mereka yang mewajibkan mereka untuk presentasi dan berdebat di depan teman-temannya, hal tersebut juga meningkatkan rasa percaya diri nanti kelak di dunia pekerjaannya dimana mereka harus presentasi di depan bos-bos. Malah hal tersebut sudah diterapkan semenjak Playgroup ataupun SD kelas 1. Hal tersebut berbeda dengan sekolah nasional yang frekuensi untuk presentasi bagi siswa tidak tinggi, kemungkinan karena jumlah siswa yang sangat banyak sehingga sulit untuk mengatur presentasi. Kalaupun ada presentasi, biasanya per group dan hanya 1 orang dari group yang dipilih untuk berbicara, dan yang lain tidak kebagian.

8. Untuk sekolah nasional, ujian akhir kita sering dengar mudah bocor, dan tidak jarang diperjualbelikan soalnya. Sedangkan ujian akhir sekolah international, mereka berpatokan dengan ujian Cambridge /  HSC / IB yang langsung ulangannya dikirim keluar negeri dan diperiksa di sana. Dan tidak bisa bocor. Biasanya ujian nasional sekolah nasional semuanya pilihan ganda (a,b,c,d), sedangkan untuk ujian international school beberapa multiple choice, dan selebihnya essay, sehingga susah untuk itung kancing.

9. Untuk sekolah international semisal program IB International Baccalaureate Diploma mereka banyak sekali project / assessment, membuat suatu makalah, membahas case study, dll, dan hasilnya dinilai untuk dijadikan ulangan. Dan terkadang project tersebut dikirimkan keluar negeri untuk dinilai. Untuk sekolah nasional, makalah suatu yang biasa dikerjakan siswa sekolah nasional. Meski pengerjaan makalah / paper yang sangat melelahkan bisa menghabiskan berhari-hari, namun biasanya nilainya tidak dijadikan nilai ulangan. Hanya nilai selingan. Sehingga penghargaan jerih payah si murid, sangatlah kurang.

Ulasan tersebut semoga bisa meningkatkan kualitas sekolah nasional maupun international school ke depannya. Seperti kita ketahui sekarang bermunculan puluhan sekolah nasional plus dimana mereka dalam tahapan mentranformasi dirinya dari sekolah nasional, menjadi sekolah international. Sehingga tidak heran materi yang dipelajari materi international school, namun SDM yang dimiliki masih jauh dalam proses dari kualitas international school. Banyak orang menyadari era ASEAN Free Trade tahun 2015 membutuhkan generasi siswa sekolah yang siap menghadapi open market, tangguh untuk bersaing dengan jutaan pekerja asing yang sebentar lagi akan membanjiri Indonesia. Berkemampuan verbal, international standard skill sangatlah dibutuhkan untuk menangkis serbuan pekerja asing.Apakah kita hanya jadi penonton / budak mereka, atau kita bisa jadi pemimpin yang sejajar dengan mereka? Apakah hanya jadi market gempuran produk luar atau bisa compete dengan mereka, malahan bisa expor?Seperti kita ketahui, banyak orang Indonesia typical yang tergila-gila dengan orang asing, banyak perusahaan yang lebih memilih orang asing untuk menjadi pemimpin dibandingkan orang Indonesia sendiri. Kemampuan berbahasa Inggris dan Mandarin selain tentunya ilmu eksak yang sangat mutlak diperlukan untuk dapat berkomunikasi dengan orang asing tersebut menjadikan sang anak menjadi pemimpin yang bergaji tinggi dan dapat bersaing dengan mereka. ASEAN FREE TRADE ZONE 2015 merupakan zona ekonomi menyatu antar negara2 asean+negara observer seperti china jepang korea selatan australia dan new zealand. Sehingga hal ini akan mirip seperti uni eropa dengan 1 mata uang euro dan penduduk yg tidak mengenal batas negara lagi. Pagi berangkat kerja dari jakarta naik pesawat kerja di singapore. Meeting lunch dengan orang jepang di kuala lumpur.sore shopping entertain customer China di bangkok.kemudian balik lagi ke jakarta di malam hari. Hal ini akan terwujud dengan ASEAN Free Trade. Siapkah anda?

Ricky Sugiri ( Akong ) adalah pengajar dari kursus private bimbingan belajar les matematika ini. Untuk Informasi lebih lanjut mengenai bimbel matematika ini, hubungi, email: rickysugiri@yahoo.com ADD pin bbm = 51fefb79 Please cantumkan dengan lengkap 1. nama siswa? 2. kelas berapa? 3. nama asal sekolah? 4. Mau les apa? 5. Mau les materi berkurikulum nasional atau mau yang materi kurikulum luar (seperti matematika berbahasa inggris, science, dll) ? 6. alamat email yang bisa dihubungi? 7. nomor handphone? 8. Alamat rumah sekarang? (tanpa info yang lengkap dan jelas, email, bbm, sms, whatsapp tidak akan diresponse). Email / BBM preferable for fast response as teaching schedule yang sangat padat. Dan sangat memungkinkan telepon anda tidak terjawab karena kesibukan sang Pengajar yang sangat tinggi

Tagged with: , , , , , , , , , ,
Posted in Les International School, Les Pelajaran International School, Tips, Tuition Center in Jakarta, Tuition in Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mengenal Ricky Sugiri (Akong)
ricky sugiri

ricky sugiri

Ricky Sugiri ( Akong ) adalah pengajar dari kursus private bimbingan belajar les matematika ini. Untuk Informasi lebih lanjut mengenai bimbel matematika ini, hubungi, email: rickysugiri@yahoo.com ADD pin bbm = 51fefb79 Please cantumkan dengan lengkap 1. nama siswa? 2. kelas berapa? 3. nama asal sekolah? 4. Mau les apa? 5. Mau les materi berkurikulum nasional atau mau yang materi kurikulum luar (seperti matematika berbahasa inggris, science, dll) ? 6. alamat email yang bisa dihubungi? 7. nomor handphone? 8. Alamat rumah sekarang? (tanpa info yang lengkap dan jelas, email, bbm, sms, whatsapp tidak akan diresponse). Email / BBM preferable for fast response as teaching schedule yang sangat padat. Dan sangat memungkinkan telepon anda tidak terjawab karena kesibukan sang Pengajar yang sangat tinggi

View Full Profile →

Follow me on Twitter
Categories
%d bloggers like this: