Ujian Nasional Pusing Mister!!!

Ujian Nasional sudah semakin dekat. Kesibukan siswa-siswa kelas 6 SD, 3 SMP, dan 3 SMA sangatlah terlihat. Siswa-siswa menjadi stress, tak luput orang tua pun stress. Terlebih lagi sekarang Sekolah International di Indonesia diwajibkan Pemerintah Indonesia untuk ikut serta UN (Ujian Nasional) untuk semua Indonesian Citizen. Biasanya anak-anak International School tersebut hanya punya waktu yang lebih sedikit untuk belajar UN / Ujian Nasional dibandingkan sekolah-sekolah nasional maupun sekolah nasional plus.

Berdasarkan pengamatan sang pengajar, sebagian besar International School di Jakarta hanya punya waktu 4 hingga 6 bulan untuk mempersiapkan Ujian Nasional (pelajaran materi selama 3 tahun yang dipelajari siswa SMP dan SMA sekolah nasional, sedangkan untuk SD materi selama 6 tahun). Siswa baru diperkenalkan kurikulum nasional kira-kira setelah masa lebaran tahun lalu, yakni bulan September. Jadi Anda bisa hitung sendiri, mereka belajar kurikulum nasional dikebut sekali dalam beberapa bulan yang dapat dihitung dengan jari.

Dari observasi di lapangan, banyak sekolah internasional yang belum siap untuk ikut UN. Banyak management sekolah International yang masih kacau dalam pengaturan pembelajaran UN tersebut. Lebih parahnya, banyak International School menghire guru yang kurang terlalu competent untuk persiapan Ujian Nasional. Malah, beberapa sekolah banyak yang ambil outsourcing dari luar sekolah, seperti mereka meng hire bimbel-bimbel untuk masuk sekolah untuk mengajari murid-muridnya, dikarenakan sekolah tersebut menilai guru nya sendiri kurang qualified untuk mempersiapkan UN. Sudah mau Ujian Nasional, cuma muridnya dikasihkan soal-soal yang tidak sesuai dengan soal UN. Mungkin si guru asal comot ambil soal yang sedikit susah dijadikan materi persiapan UN.

Namun sebenarnya guru tersebut salah perhitungan, mungkin minim pengalaman mengajar. Sehingga murid yang hanya punya waktu sangat sedikit, hanya cengak cengok tidak mengerti yang diajarkan guru tersebut, akibatnya murid pada free time ngobrol ketika guru nerangin. Ditambah parah lagi, yakni anak-anak International yang apabila sebagian dari mereka tidak fasih berbahasa Indonesia, bahkan tidak mengerti Bahasa Indonesia, dikarenakan sehari-hari di rumah pun full bahasa Inggris komunikasi dengan keluarga. Sehingga untuk mengerti soal UN pun perlu effort yang besar, bahkan banyak yang bawa kamus.

Alhasil setiap ulangan / quiz / tryout, satu kelas hancur. Dari banyak pengamatan ada beberapa sekolah International yang pada waktu tryout UN satu kelas hancur lebur.  Parahnya management sekolah tersebut juga rupanya kurang terkontrol oleh kepala sekolah. Karena nilai semakin hari semakin merosot, mulailah sekolah kebakaran jenggot, dikarenakan baru menyadari, bilamana nilai Ujian Nasional rata-rata murid tersebut sangat mempengaruhi ranking sekolah di Jakarta. Tidak peduli seberapa besar atau mewahnya sekolah International tersebut, namun hasil UN nya jelek, sehingga menempatkan sekolah international tersebut di ranking yang rendah sekali, sehingga akibatnya berakibat pada marketing sekolah, bisa sepi sekolah tersebut nantinya. Dengan keadaan merosot tersebut, dimana seperti sekarang ini yang sebentar lagi UN (Ujian Nasional) orang tua murid banyak dikumpulkan briefing, dimana si murid dikenakan target nilai bagus, minimal harus 70, dan ga boleh merah, kalau merah gak naik kelas. Dan guru serta kepala sekolah tidak mau pusing, pada lepas tangan, gimana orang tua mengakali nya supaya anaknya dapat 70. Alhasil, pusinglah jadi orang tua, dan anak-anak semakin stress saja mendapat tekanan yang besar dari sekolah dan juga dari orang tua.  Guru dan kepala sekolah tersebut mengharapkan orang tua murid untuk cari Bimbel untuk mengejar ketinggalan anak-anaknya, dimana guru tersebut memperhitungkan demikian beratnya mengejar ketinggalan tersebut.

Sebenarnya siapa yang salah? Tentunya dari pihak sekolah yang managementnya kurang qualified mempersiapkan schedule serta SDM tenaga pengajar apakah dari guru sekolah atau dari outsourcing Bimbel yang harusnya sangat qualified, harus English fluent yang apabila ditanya murid-murid sanggup menerangkan dalam bahasa Inggris ditransfer ke bahasa Indonesia. Beberapa tahun lalu, ada satu sekolah International menggunakan jasa bimbel untuk persiapan UN nya namun hasilnya hancur, karena murid-muridnya dikasihkan soal, kemudian si guru tinggalin. setelah selesai, soalnya dikumpulkan dan tidak pernah dibahas. Hal tersebut dilakukan berulang-ulang. Dimana pembahasan dilakukan 1-2 bulan sebelum Ujian Nasional, nampaknya kepala sekolah tersebut kecolongan kurang kontrol /evaluasi.

Penulisan artikel di atas berdasarkan pengamatan dan pengalaman pengajar Bimbel Akong. Ibu Nita Mirsyad yang memasukkan Tasya, siswi Binus International Simprug join Bimbingan Belajar Akong sejak tahun lalu. Tidaklah ada masalah dalam pelajaran International School bagi Tasya karena dibekingin Bimbel Akong karena sudah les pelajaran International School. Kesulitan nampak setelah Tasya masuk sekolah setelah liburan Idul Fitri September lalu, dikarenakan Binus International Simprug mempersiapkan UN. Namun dengan strategi tingkat tinggi, kesulitanTasya yang memang tidak mengerti bahasa Indonesia dieliminir. Pengajar juga fasih berbahasa Inggris sehingga persiapan UN juga berjalan lancar. Grafik peningkatan hasil belajar persiapan UN Tasya pun meningkat dari hari ke hari, tanpa kesulitan sedikit pun.  Untuk Tasya pun nantinya setelah Ujian Nasional akan dikembangkan persiapan les IB (les International Baccalaureate). Berikut merupakan hasil percakapan Mr Akong dengan Ibu Nita Mirsyad mengenai perkembangan hasil belajar Tasya.

Testimonial untuk les uan akong Testimonial untuk les uan akong Testimonial untuk les uan akongtasya murid les uan akong

 

 

Ricky Sugiri ( Akong ) adalah pengajar dari kursus private bimbingan belajar les matematika ini. Untuk Informasi lebih lanjut mengenai bimbel matematika ini, hubungi, email: rickysugiri@yahoo.com ADD pin bbm = 51fefb79 Please cantumkan dengan lengkap 1. nama siswa? 2. kelas berapa? 3. nama asal sekolah? 4. Mau les apa? 5. Mau les materi berkurikulum nasional atau mau yang materi kurikulum luar (seperti matematika berbahasa inggris, science, dll) ? 6. alamat email yang bisa dihubungi? 7. nomor handphone? 8. Alamat rumah sekarang? (tanpa info yang lengkap dan jelas, email, bbm, sms, whatsapp tidak akan diresponse). Email / BBM preferable for fast response as teaching schedule yang sangat padat. Dan sangat memungkinkan telepon anda tidak terjawab karena kesibukan sang Pengajar yang sangat tinggi

Tagged with: , , , , , , , , , ,
Posted in Bimbel, Bimbingan Belajar, Les IB, Les IB (International Baccalaureate), Les Pelajaran IB (International Baccalaureate), Les Pelajaran International School, Les Privat, les private, Les Ujian Nasional, Les UN, Testimoni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mengenal Ricky Sugiri (Akong)
ricky sugiri

ricky sugiri

Ricky Sugiri ( Akong ) adalah pengajar dari kursus private bimbingan belajar les matematika ini. Untuk Informasi lebih lanjut mengenai bimbel matematika ini, hubungi, email: rickysugiri@yahoo.com ADD pin bbm = 51fefb79 Please cantumkan dengan lengkap 1. nama siswa? 2. kelas berapa? 3. nama asal sekolah? 4. Mau les apa? 5. Mau les materi berkurikulum nasional atau mau yang materi kurikulum luar (seperti matematika berbahasa inggris, science, dll) ? 6. alamat email yang bisa dihubungi? 7. nomor handphone? 8. Alamat rumah sekarang? (tanpa info yang lengkap dan jelas, email, bbm, sms, whatsapp tidak akan diresponse). Email / BBM preferable for fast response as teaching schedule yang sangat padat. Dan sangat memungkinkan telepon anda tidak terjawab karena kesibukan sang Pengajar yang sangat tinggi

View Full Profile →

Follow me on Twitter
Categories
%d bloggers like this: