Cape Hati Ngajar Anak? Pusing!!!

Apakah Anda termasuk di antara Mom atau Dad yang cape hati mengajar anak Anda? Sekarang sudah waktunya Anda untuk stop cape hati. Karena tidaklah bagus untuk kesehatan Anda. Dengan banyak marah-marah atau stress ke Anak akan membawa akibat timbulnya berbagai penyakit, seperti penyakit darah tinggi, stroke, kencing manis, jantung, dan lain-lain. Sedangkan juga tidak bagus untuk perkembangan si anak, dilihat dari semua sisi, termasuk psikologis. Untuk mengatasinya, banyak orang tua yang menyerahkan pendidikan si anak kepada pihak ketiga Les Private atau Bimbel. Daripada cape hati mending orang lain yang urus.

Pendidikan anak kebanyakan dilihat mulai dari playgroup, tk a, tk b, kelas 1 sd, dan seterusnya. Dari Playgroup, orangtua sudah mulai mengajarkan anak-anak membaca, menulis, bahkan berhitung. Kecepatan penerimaan anak-anak terhadap yang diajarkan orangtua nya pun berbeda-beda dari satu anak ke anak yang lain, bergantung dari IQ si anak, berdasarkan metode pengajaran si orang tua, serta berdasarkan pendekatan psikologis orang tua ke anak.

Banyak ditemui, anak-anak yang diajar orang tua nya susah banget nangkap nya. Bahkan untuk menghafalnya butuh berjam-jam bahkan berhari-hari masih belum bisa hafal. Tepok dada deh. Terkadang orang tua ada yang sampai beli rotan, untuk menakuti anak-anaknya untuk serius belajar.🙂 bahkan ada juga yang menggunakan rotannya untuk menghukum anaknya, bila tetap gak bisa. Masalah ini bukan hanya, membuat pening orang tua, juga anak-anak jadi stress duluan liat mama nya ngajarin.

Tidak heran kalau bilamana ada ulangan yang sibuk orangtua siswa, bukan si siswanya. Orang tua akan sibuk telepo-teleponan dengan ortu lainnya. Atau sms ataupun whatsapp untuk bertanya hal-hal yang kurang jelas. Terlebih, kalau ada pelajaran yang susah, biasanya orang tua akan membawanya ke sepupunya atau ke temannya yang lebih pintar, untuk bertanya-tanya. Tentunya hal tersebut sangat mengganggu aktivitas belajar orang lain tersebut. Dan juga kredibilitas jawabannya benar juga kadang-kadang dipertanyakan, dikarenakan sepupu atau temannya belum lulus sekolah.

Selain itu typical orang tua Indonesia yang memang maunya serba perfect atau sempurna, sehingga anaknya ulangan tidak 100, diomeli. Terkadang, diajarin hingga larut malam pun, hasilnya tetap gak sempurna. Sampai dimarah-marahin anaknya ketika diajarin / tanya-jawab / mencongak. Kepala hingga pening, panas sekali kalo ngajarin anak. Budaya marah tersebut sebenarnya sangat menjatuhkan harga diri serta rasa percaya diri si anak. Si anak dibentak-bentak, ya si anak akan down sekali, gemeteran mau jawab takut salah, mamanya bakal marahin, bahkan dipukul rotan.  Terlebih lagi, kalau ulangan tidak mencapai batas nilai minimum yang ditetapkan di sekolah, si anak akan menghadapi hukuman dari orang tua nya sesampainya di rumah. Tidak jarang, banyak anak yang menangis di sekolah, bilang temannya, wah bentar lagi bakal dipukul orang tua, ulangannya tidak 80 atau 100.

Gini, saya bagikan cerita. Saya punya saudara. Dimana saudara saya cukup lumayan ulangannya, berkisar 70 hingga 100. Namun si orang tua perfeksionis. Anaknya kalau dapat 90 saja diomelin habis. Perlakuan tersebut membuat si anak menjadi menyimpan dendam sedikit demi sedikit.Hingga puncaknya, dia curahkan, yakni setiap ulangan dihancurin habis-habisan, dapat 0 hingga 2. Kejadian tersebut dilakukan terus menerus dan berulang-ulang.  Anak itu dilesin pun di tempat les bukannya tidak bisa mengerjakan, malah jago sekali, tapi pas ulangan, disengajain jelek. Suatu saat, ada pamannya bertanya” Kenapa kamu nilainya hancur terus?” Si anak itu berkata” Mau gimana lagi, ulangan dapat 90 dimarahin, dapat 95 dimarahin,  ya mending sekalian hancur saja dapat 2 atau 0, toh kan tetap dimarahin juga. Lagian nyantai lagi gak usah belajar, cuman dapat marahan saja seperti biasanya”. Akhirnya menjadi senjata makan tuan. Artinya orang tuayang terlalu perfectionis bisa membawa sang anak ke arah kehancuran.

Untuk mendidik anak sendiri sebenarnya terkendala di hubungan psikologis antara orang tua dengan anaknya. Si orang tua mau anaknya menjadi terbaik di sekolah, memiliki masa depan yang cerah yang lebih baik daripada orang tua nya sekarang. “Jangan seperti papa lagi yang kerja sama orang / jadi kuli orang, dsb”. Sehingga secara tidak sadar memberikan tekanan luar biasa ke si anak. Sedangkan karena hubungan anak orang tua, sehingga banyak toleransi “cing cai” dalam belajar. Si anak akan banyak nego ke orang tua, dan orang tua akan cenderung selalu nurut pada kemauan si anak. Terlebih lagi, pelajaran jaman dahulu sama sekarang sudah banyak sekali perubahan, jadi yang dahulu banyak yang tidak relevan dengan pelajaran jaman sekarang, sehingga si orangtua akan banyak mengalami kesulitan mengajar si anak. Terlebih lagi, pelajaran yang sudah lebih 10 tahun lalu sudah lupa sama sekali, sehingga cukup sulit untuk mengajar si anak. Tambahan lagi, sekarang banyak sekali orang tua yang kedua-duanya papa dan mama yang bekerja, sehingga bertemu anak pun di malam hari. Biasanya papa dan mamanya pulang jam 7 malam, setelah makan malam, aktivitas mengajar anak pun berlangsung, biasanya dari jam 8 malam hingga 10 malam.

Rintangan-rintangan tersebut sebenarnya yang membuat sebagian besar orang tua jaman sekarang yang menyerahkan anaknya ke pihak ketiga untuk mengatasinya. Mereka memasukkan anaknya ke dalam Bimbel, yang memang sudah expert spesialis pengalaman puluhan tahun untuk mengajari anak-anaknya. Beban orang tua pun menjadi diperkecil. Malam tinggal review sedikit. Karena si anak sudah diajari  sampai mengerti di Bimbel, dengan berbagai cara-cara cepat, sehingga si anak mengikuti pelajaran di sekolah menjadi enteng. Di Bimbel tidak ada istilah toleransi / cing cai, jadi si murid dipaksa disiplin belajar dengan waktu yang fix setiap minggu nya. Tidak ada excuse si murid ada halangan untuk tidak les di Bimbel. Sehingga dengan disiplinnya belajar dengan teratur tentunya menghasilkan hasil yang baik pula, dibandingkan diajar orang tua masih bisa dinego-nego. Selain itu les di Bimbel banyak temen-temen yang juga les, sehingga meningkatkan semangat dan motivasi belajar si murid, daripada si murid belajar sendiri /diajarin sama orang tua. Terlebih lagi temen-temen sekelas yang sudah les, kemudian nilainya melonjak drastis, sehingga siswa tersebut lebih termotivasi lagi, karena di Bimbel diajarkan cara-cara cepat dan lebih mudah dimengerti daripada diajarkan di sekolah. Semisal di sekolah diajarkan rumus ada 50 macam, di Bimbel cuma 3 rumus, dan tahan banding bisa dipakai di semua soal.

Di zaman sekarang ini ada kecenderungan, anak kalau tidak les, tidak akan maksimal nilainya. Apakah benar? Jawabannya benar. Karena sekarang ini di sekolah-sekolah sistem pengajarannya sangat berbeda dengan zaman dahulu. Mereka menggunakan power point untuk menjelaskan anak-anak, dan menjelaskan hanyalah kulit. Ya, kita bisa memaklumi karena guru-guru zaman sekarang merupakan anak-anak alumni kuliahan zaman dahulu yang memang Contoh soalnya pun sedikit sekali. Kalaupun ada, hanya soal-soal basic. Kalau dicompare dengan soal ulangannya bisa 3 kali hingga 8 kali tingkat kesulitan soal basic tersebut. Dah gitu, metode pengajaran sekarang, banyak yang open discussion, dengan bahasa gaulnya free time untuk murid-murid dan guru. Sebenarnya dimaksudkan discuss suatu soal susah. Namun mayoritas disalahartikan, free time sini artinya bebas ngobrol sama temen. Diperparah lagi, ketika guru ngajar, murid-murid pada ngobrol alias kelas sangat ramai, sehingga gak kedengaran sang murid untuk bisa mengerti apa yang disampaikan si guru. Terlebih guru di sekolah kalau tidak killer, maka akan dibully muridnya, sehingga kelas ramai sekali. Alhasil tidak heran,nilai 1 kelas hancur lebur. Sehingga solusinya, si anak wajib ikut pelajaran tambahan dari luar yakni Bimbel, supaya untuk menstandardisasikan kualitas siswa dengan sekolah-sekolah lainnya, sehingga bilamana si siswa pindah sekolah tidak akan menghadapi banyak kesulitan. Dengan demikian, si siswa dapat hasil bagus di sekolah, dan orang tua tidak tepok dada / capai hati. Analoginya gini deh, kalau Anda di suatu perusahaan yang keadaannya morat marit, sedangkan si Boss killer, bawaannya marah mulu. Sedangkan perusahaan itu dituntut menghasilkan profit yang tinggi, namun dalam keadaan management yang kacau. Lebih bijaksana menggunakan konsultan untuk membereskan masalah tersebut, sehingga diberikan advise perbaikan, alhasil boss tidak stress, dan hasil output profit yang tinggi. Bagaimanapun juga banyak orang tua yang juga berhasil mendidik anaknya sendiri tanpa bantuan pihak ketiga. Sehingga Anda tinggal menyikapi mana yang terbaik dan cocok untuk buah hati Anda.

Ricky Sugiri ( Akong ) adalah pengajar dari kursus private bimbingan belajar les matematika ini. Untuk Informasi lebih lanjut mengenai bimbel matematika ini, hubungi, email: rickysugiri@yahoo.com ADD pin bbm = 51fefb79 Please cantumkan dengan lengkap 1. nama siswa? 2. kelas berapa? 3. nama asal sekolah? 4. Mau les apa? 5. Mau les materi berkurikulum nasional atau mau yang materi kurikulum luar (seperti matematika berbahasa inggris, science, dll) ? 6. alamat email yang bisa dihubungi? 7. nomor handphone? 8. Alamat rumah sekarang? (tanpa info yang lengkap dan jelas, email, bbm, sms, whatsapp tidak akan diresponse). Email / BBM preferable for fast response as teaching schedule yang sangat padat. Dan sangat memungkinkan telepon anda tidak terjawab karena kesibukan sang Pengajar yang sangat tinggi

Tagged with: , , ,
Posted in Bimbel, Bimbingan Belajar, Les Privat, Les Private, Tips

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mengenal Ricky Sugiri (Akong)
ricky sugiri

ricky sugiri

Ricky Sugiri ( Akong ) adalah pengajar dari kursus private bimbingan belajar les matematika ini. Untuk Informasi lebih lanjut mengenai bimbel matematika ini, hubungi, email: rickysugiri@yahoo.com ADD pin bbm = 51fefb79 Please cantumkan dengan lengkap 1. nama siswa? 2. kelas berapa? 3. nama asal sekolah? 4. Mau les apa? 5. Mau les materi berkurikulum nasional atau mau yang materi kurikulum luar (seperti matematika berbahasa inggris, science, dll) ? 6. alamat email yang bisa dihubungi? 7. nomor handphone? 8. Alamat rumah sekarang? (tanpa info yang lengkap dan jelas, email, bbm, sms, whatsapp tidak akan diresponse). Email / BBM preferable for fast response as teaching schedule yang sangat padat. Dan sangat memungkinkan telepon anda tidak terjawab karena kesibukan sang Pengajar yang sangat tinggi

View Full Profile →

Follow me on Twitter
Categories
%d bloggers like this: