Siswa Ini Lolos Tes Masuk Universitas Maranatha

Lolos tes masuk suatu universitas merupakan impian bagi siswa SMA kelas 3. Semisal siswa tersebut ada 5 pilihan universitas yang didaftar semua. Kemudian ada berita bahwa ia diterima salah satu universitas tersebut, merupakan hal yang luar biasa menyenangkan bagi siswa tersebut, terlebih kalau mendengar universitas pertama kali diterima. Mengapa? Karena proses penerimaan universitas bukanlah sama dengan proses penerimaan siswa masuk SMA / SMP / SD yang relatif lebih mudah.

Banyak faktor yang menentukan siswa diterimanya di suatu universitas. Bukan hanya bermodal kepintaran saja. Pintar saja tidaklah cukup untuk bisa tembus ke suatu universitas favorite. Ambil contoh, kita seringkali mendengar ada semisal murid BPK Penabur yang tidak bisa tembus UI, meskipun anaknya pintar sekali, ataupun malah juara sekolah. Ataupun banyak juara-juara sekolah yang tidak bisa tembus tes masuk Nanyang University / NUS.

Anak anda juara sekolah, namun anak anda harus fight dengan juara-juara sekolah lain. Apakah pelajaran sekolah anak anda sudah standard atau sama dengan sekolah lain? Anda kasih beragam les / bimbel semisal bimbel intensif, namun ada juga yang tidak lolos tes. Anda kemudian kecewa /frustasi.

Banyak faktor X yang menentukan keberhasilan seseorang untuk tembus suatu universitas. Seperti yang dimention dalam artikel sebelumnya. Pintar tuh belum cukup untuk bisa lolos universitas favorite. Faktor timing salah satunya. Mempersiapkan anak untuk masuk dalam bimbel Akong dari jauh-jauh hari sangat berpengaruh pada kesuksesan si anak. Banyak orang tua yang menunda, dengan berpikir dekat2 mau tes aja baru les. Kesalahan pola pikir tersebut sangat berpengaruh pada kesuksesan anak. Selain itu salah memilih bimbel yang tepat juga merupakan faktor kegagalan. Bimbel yang anda pilih haruslah memiliki guru spesialis dengan lulusan suatu universitas ternama + nilai akademik yang sangat tinggi + pernah menjadi juara+ berpengalaman ikut tes. Banyak bimbel yang menyediakan guru lulusan ui / itb/ ugm atauyang lain, namun nilai akademiknya rendah. Selain itu pengalaman mengajar sangatlah penting. Dengan pengalaman mengajar 20 tahun, Bimbel Akong sangatlah mumpuni mengajar berbagai mata pelajaran. Selain itu teaching spirit haruslah dimiliki pengajar. Banyak guru yang pintar, namun pintarnya hanya untuk diri sendiri, namun tidak pintar mengajar / menyalurkan ilmunya ke si murid. Selain faktor guru, yakni faktor strategi belajar. Di bimbel Akong yang menerapkan pendekatan psikologi, Kaizen, SWOT Analysis, Six Sigma, BPR dsb menjadikan transfer ilmu pun lebih mudah dibandingkan dengan bimbel lainnya. Sekali lagi faktor buku tulis yang seperti sudah di mention di artikel sebelumnya. Juga materi belajar (juga sudah bisa dilihat di artikel2 sebelumnya) sangat berperan penting. Materi soal di bimbel Akong dirancang terstruktur dari level terendah hingga tertinggi yang dirancang per topik yang bahkan memiliki kemiripan soal yang keluar di ulangan 99 persen. Selain itu di Bimbel Akong terdapat program les untuk siswa S2 dan program les tes masuk Nanyang ataupun NUS yang tidak dimiliki oleh bimbel lain di Indonesia, sehingga hal tersebut menjadikan value added yang sangat tinggi.

Akong Bimbel yang juga merupakan tempat les / Bimbel untuk persiapan tes masuk universitas Maranatha, membawa kesuksesan bagi Richard yg belajar les persiapan tes masuk universitas Maranatha di Bimbel Akong akhirnya pun membuahkan hasil dengan lolos di universitas pilihannya yakni Universitas Maranatha. Richard lolos tes masuk Universitas Maranatha. Tidaklah banyak kesulitan dialami Richard dalam tesnya. Selamat untuk Richard.

richard lolos tes masuk universitas Maranatha

richard lolos tes masuk universitas Maranatha

kegiatan belajar Richard di bimbel Akong mempersiapkan tes masuk universitas Maranatha

kegiatan belajar Richard di bimbel Akong mempersiapkan tes masuk universitas Maranatha

Tagged with: , , , ,
Posted in Les Nanyang, Les NUS, Les Tes Masuk Universitas, Les test masuk Universitas, Testimoni, Tips

International Baccalaureate HL Score 7 (Perfect Score), Why Not?

Banyak Bimbel di Jakarta yang mengklaim mampu ngajar IB, tapi Anda perlu bukti. Keberhasilan mengajar IB dapat dilihat dari nilai IB score. Axel adalah siswa Anglo Chinese School yang sudah join di Bimbel Akong selama 2tahun. Sebelumnya Axel join program Cambridge IGCSE Tuition in Jakarta di Bimbel Akong. Sekarang Axel join program IB International Baccalaureate tuition in Jakarta di Bimbel Akong. Dengan disupport di Bimbel Akong, Axel memberanikan diri mengambil Math HL, physics HL dan chemistry HL. HL stands for Higher Level dimana merupakan tingkatan International Baccalaureate tertinggi / dengan tingkat kesulitan soal-soal yang sangat tinggi. Seperti pada artikel sebelumnya IB memiliki 3 level yakni IB HL, IB SL, dan IB Studies dan Bimbel Akong merupakan IB tutoring center in Jakarta yang memiliki banyak siswa International Baccalaureate, sehingga tidaklah sulit untuk mengajar IB.

Untuk menjadi yang terbaik bukanlah seperti membalikkan telapak tangan saja. Namun diperlukan usaha, strategi dan timing. Banyak orangtua murid yang salah kaprah. Banyak yang berpikiran, dengan usaha belajar / rajin belajar si anak akan memiliki nilai bagus. Sedangkan sebagian orang tua lagi berpikiran, dengan strategi belajar semisal si anak dengan diberikan les, si anak akan dapat nilai bagus. Namun banyak yang ditemukan, nilai si anak tidak meningkat. Banyak orang tua murid yang ingin memasukkan anaknya ke bimbel Akong, namun mereka menunda, menunggu semisal sampai SMA, atau SMA 2 baru dilesin. Hal tersebut merupakan kesalahan. Karena belajar terbaik di Bimbel Akong, adalah timing sejak dini hari, semakin cepat masuk join di bimbel Akong, maka nilainya pun akan semakin baik. Yang benar, usaha + strategi +timing= nilai bagus. Kerajinan Axel yang sangat tinggi. Serta dengan strategi belajar Axel dengan bimbingan di BIMBEL AKONG membuahkan hasil maksimal Axel meskipun mengambil Math HL yang merupakan level tersulit berhasil mendapatkan perfect score (7). Seperti yang pernah di “mention”sebelumnya, soal-soal yang diberikan di Bimbel Akong 99 persen mirip dengan soal yang ada di ulangan / exam sehingga siswa tidak akan merasa rugi untuk belajar, karena arah belajar siswa akan lebih terarah, sesuai atau cocok dengan apa yang si guru di kelas kehendaki. Sehingga tidaklah heran bilamana Bimbel Akong menjadi tempat favorite les International School Student maupun sekolah nasional. Axel yang memiliki rumah yang cukup jauh dari Bimbel Akong pun usaha belajarnya tidak sia-sia karena berbuah, sehingga hal ini diikuti pula oleh murid-murid Anglo Chinese School yang lain di Bimbel Akong. Dengan nilai perfect score IB yang diperoleh Axel menunjukkan bahwa Bimbel Akong merupakan IB tuition center yang berkemampuan tinggi mengajar IB. Selamat ya Axel.

Percakapan Ibunda Axel yang menginformasikan perfect score math HL Axel

Percakapan Ibunda Axel yang menginformasikan perfect score math HL Axel

IB International Baccalaureate perfect score 7 why not?

IB International Baccalaureate perfect score 7 why not?

congratulation Anglo Chinese School

 

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in IB HL, IB SL, IB Studies, IB tuition in Jakarta, IB Tutor in Jakarta, IGCSE tuition in Jakarta, international school tuition, international school tuition in jakarta, international school tutor in jakarta, Les IB, Les IB (International Baccalaureate), Les International School, Les Pelajaran IB (International Baccalaureate), Les Pelajaran International School, Testimoni, Tuition Center in Jakarta, Tuition in Jakarta

IB Diploma vs A Level

ib vs a level

Menjelang pendaftaran murid baru untuk sekolah international, banyak orangtua yang bertanya, Mr anak saya mending saya masukin IB Diploma atau Cambridge A-Level (disingkat menjadi A-Level) aja ya? Mana yang lebih bagus sih? Salah pilih tentunya efeknya sang siswa akan sulit untuk masuk kuliah.

ib vs a level

 

Selain sebagai “IGCSE tuition in Jakarta”, Bimbel Akong juga sebagai pusat “A-Level tuition in Jakarta” serta pusat “IB Diploma tuition in Jakarta”, Bimbel Akong yang memiliki beraneka ragam murid dari berbagai sekolah Cambridge A Level maupun sekolah dengan program IB Diploma, dalam kesempatan ini akan sharing berupa tips, mana yang lebih bagus apakah A Level ataupun IB Diploma.

Seperti artikel saya sebelumnya, sekolah-sekolah berkurikulum IB Diploma berlokasi di Jadebotabek, seperti Sekolah Pelita Harapan Karawaci — Sentul — Kemang, Sekolah Tiara Bangsa (Anglo Chinese School), Binus Simprug International School, Gandhi International School, Tunas Muda International School, Bina Tunas Bangsa, Singapore International School, dll. Sedangkan sekolah-sekolah berkurikulum Cambridge A-Level berlokasi di Jadebotabek yakni Bina Bangsa School Kebon Jeruk–Pantai Indah Kapuk, Nanyang School Bintaro-BSD, Binus Serpong International School, BPK Penabur International School Tanjung Duren–Kelapa Gading, Madania School, Thamrin School, Raffles International School (PSB), National High, dll.

Pentingnya orang tua memilih sekolah terbaik bagi anak-anaknya, dan terutama harus cocok dengan kebutuhan keinginan orang tuanya, kelak si anak akan kuliah di luar negeri di negara mana. Sehingga penting sekali membandingkan antara A Level dengan IB Diploma.

Perbedaan apa sih yang ada di IB Diploma dengan Cambridge A Level?

1. Siswa yang masuk di sekolah dengan program IB Diploma, biasanya diberikan 3 level yang bisa dipilih, apakah mau masuk ke program studies, program SL (standard Level), ataupun program HL (Higher Level). Biasanya kalau siswa dengan daya kemampuan yang rendah dimasukkan ke dalam program studies. Sedangkan yang berkemampuan standard, masuk di program standard, biasanya jumlah siswa untuk program ini relatif sangat banyak. Sedangkan HL merupakan program dengan siswa berkemampuan sangat tinggi, dengan materi pelajaran sangat susah. Tingkat kesulitan materi studies paling mudah. Materi standard tentunya levelnya standard-standard saja. Sedangkan Materi HL materinya super susah. Sehingga jumlah siswa di kelas HL maupun studies sangatlah sedikit sekali. Sebagai gambaran, siswa yang belajar program studies untuk level SMA, masih ada saja yang mempelajari luas segitiga, jika kita lihat materi ini cocok untuk level SD. Sedangkan level HL dengan tingkat kesulitan super tinggi, untuk matematika sebagai contoh, banyak menggunakan grafik2 dengan kurva yang tidak tentu. Mengapa ada program studies? Memang program ini di luar negeri, di negara-negara barat diakomodir untuk murid-murid berkemampuan rendah, namun mereka tetap dihargai, dan terjamin untuk tetap naik kelas terus. Mungkin berkaitan dengan Human Rights dimana sangat menjunjung manusia dengan berkemampuan rendah. Meskipun kemampuan rendah, namun nilai mereka tidaklah anjlok /  hancur. Untuk HL, beberapa university di luar negeri yang ternama require siswa mengambil program ini. Sedangkan Cambridge A Level, tidak ada level yang demikian. Dalam artian, semua siswa kelas 2 SMA / Junior College dengan Cambridge A Level Base wajib mengambil program ini. Sedangkan kalau kita lihat di Singapore, ternyata sekolah-sekolah berlabel Cambridge A Level, mereka menggunakan sistem level H1, H2, H3. Semakin H nya tinggi, semakin susah pelajarannya. Namun biasanya di singapore, H yang mereka pakai di suatu sekolah, biasanya seragam diterapkan di semua siswanya. Semisal sekolah A menerapkan Cambridge A Level level H2, maka semua siswanya akan belajar materi H2. Jadi siswa tidak bisa milih. Kalau orang tua ingin anaknya belajar lebih susah, ya si orang tua tinggal pindahkan anaknya ke sekolah dengan label H3. Di Indonesia Cambridge A Level tidaklah demikian, mereka biasanya menerapkan soal-soal A Level standard. Tambahan lagi, bilamana seorang siswa yang masuk IB kelas matematika studies, maka untuk pelajaran yang lain, belum tentu studies juga. Tergantung dari kemampuan siswa tersebut. Malah bisa saja pelajaran Biology nya HL, pelajaran bisnisnya SL. Jadi sifatnya setiap pelajaran bergantung kepada kemampuan si murid tersebut. Jadi kalau si murid mengambil suatu subject studies, bukan berarti dia bodoh di pelajaran yang lain, malah dia bisa sangat menonjol di pelajaran lain

2. IB Diploma = project, A Level = practice. A Level lebih mementingkan pengerjaan soal. Pr / homework kebanyakan berupa soal-soal yang wajib dikerjakan dari textbook sekolah atau dari handout guru. Sedangkan IB Diploma memang ada Pr, namun IB Diploma lebih mengutamakan project yang dijadikan sederajat dengan ulangan harian. Project dikerjakan berminggu-minggu dengan diapresiasi sebagai nilai ulangan. Tentunya murid yang mengerjakan project dengan tekun dan benar akan mendapatkan nilai yang tinggi sebagai nilai ulangannya. IB Diploma meski ada project, mereka juga memiliki ulangan / exam seperti halnya Cambridge A Level. Project tersebut biasanya dikirim keluar negeri untuk diperiksa oleh IB yang sifatnya lebih objektif. Ditilik dari segi praktek laboratorium, kedua-duanya ada. Terkadang yang menjadi permasalahan, beberapa sekolah IB oriented, dalam memberikan project terkadang gurunya lepas tangan, tidak membimbing sama sekali. Murid disuruh baca, ataupun research sendiri, dan membuat paper ataupun kuesioner, ataupun percobaan sendiri, tanpa mengetahui background sama sekali dari gurunya. Bahkan ada beberapa guru yang sebelum membahas topik tertentu di kelasnya, maka topik itu dijadikan project terlebih dahulu, sehingga si siswa mencari tahu /research sendiri dan membuat paper. Setelah paper project disubmit ke guru, maka guru baru akan menjelaskannya. Terkadang project yang diberikan sangat susah, sehingga kalau kita tilik, agak impossible si murid bisa mengerjakan tanpa mempunyai background introduction ilmunya. Akhirnya si murid akan terus bertanya guru, tapi permasalahannya si guru tidak mau membantu, sehingga akhirnya si murid akan mengandalkan guru les untuk mengerjakan project tersebut. Cara demikian sebenarnya kuranglah efektif. Yang benar, si siswa menyelesaikan dahulu topik dibahas seluruhnya oleh guru, setelah ulangan, baru ada pengerjaan project. Kalau dari analisa, tentunya guru melakukan pembiaran masa bodoh gak mau bantuin, tentunya biar si murid auto didact research sendiri, belajar sendiri dahulu, sebelum si guru mengajarkan nantinya di sekolah. Namun bagaimanapun juga hal ini menyangkut nilai ulangan, harusnya supaya optimum nilai yang diperoleh siswa, harusnya diterangkan dahulu. Sebagai kesimpulannya, bilamana anak anda tipikal tidak suka mengerjakan pr, terlebih lagi mengerjakannya secara mandiri mending menghindar dari IB, karena IB memerlukan ketekunan mengerjakan pr secara mandiri, karena bisa sampai seminggu bahkan berminggu-minggu. Better masukin ke A Level yang tidak berfokus pr sebagai ulangan. Namun bilamana anak anda tipikal tidak suka ulangan, namun menyukai mengerjakan project dengan imbalan nilainya jadi nilai ulangan, ya ambillah IB Diploma.

3. A Level dilihat dari namanya saja sudah Advance Level, yang arti harafiahnya merupakan level tingkat lanjutan. Kalau A Level diadu dengan IB Diploma Studies, hal ini sangatlah timpang, tentunya A Level di atas IB Studies. Kalau A Level dibandingkan dengan IB SL, beberapa materi IB SL ada di dalam A Level, namun A Level kelihatannya memiliki banyak materi yang tidak tercantum di IB. Mungkin kalau mau dibilang sama A Level dengan IB HL.

4. Penggunaan kalkulator. Untuk kedua-duanya IB Diploma Programme maupun Cambridge A-Level untuk materi-materi tertentu ada yang diperbolehkan menggunakan kalkulator dan ada juga yang tidak (terlihat dari beberapa paper IB dan Cambridge Examination beberapa boleh dan beberapa tidak boleh menggunakan kalkulator dalam test). Namun ada materi seperti statistics pengerjaan Cambridge A-Level lebih mengandalkan penggunaan table, sedangkan IB lebih mengutamakan penggunaan calculator. Selain itu penggunaan calculator dalam IB Diploma banyak yang mengutamakan grafik. Sedangkan dalam A Level di Indonesia grafik kalkulator dilarang dipergunakan, sehingga siswa akan manual mengerjakan analisanya. Sehingga dengan soal yang sama, siswa IB dan siswa Cambridge A Level akan menggunakan metode yang berbeda, namun hasil sama. Jika kita melihat ke singapore, Cambridge A Level based School memperbolehkan menggunakan grafik kalkulator.  Hal ini ironis dengan di sini.

5. Ujian. Biasanya siswa setelah menyelesaikan kelas 1 SMA, bilamana di International school mereka wajib ikut ujian Cambridge IGCSE (dapat kita katakan Ujian Nasionalnya International School yang siswanya sudah menyelesaikan secondary level  yakni dari kelas 1 SMP hingga kelas 1 SMA). Setelah lulus ujian Cambridge IGCSE ataupun bagi murid yang bersekolah yang memang tidak memakai kurikulum Cambridge sama sekali di SMP seperti Pelita Harapan School Karawaci, setelah selesai kelas 1 SMA, mereka baru naik kelas ke jenjang berikutnya-kelas 2 SMA, yakni mereka bisa memilih apakah mereka mau masuk sekolah berbasis IB Diploma Programme atau masuk sekolah berbasis Cambridge A-Level. Banyak orangtua yang berpikir setelah lulus Cambridge IGCSE, ada baiknya anaknya stay di kurikulum Cambridge. Untuk Cambridge A Level programme, di kelas 2 SMA akan ada ujian akhir Cambridge AS Level. Sedangkan di kelas 3 SMA akan ada ujian akhir A Level. Sedangkan untuk IB Diploma, siswa hanya akan ada 1 ujian akhir ketika kelas 3 SMA.

6. Materi, sebagai contoh semisal math. Di dalam Math A Level terdapat materi seperti Mechanics yang tidak ada di dalam matematika IB. Demikian pula penyajian bentuk soal ujian IB berbeda dengan Cambridge A-Level.

Dari ulasan di atas, terlepas dari hal tersebut, untuk memilih manakah yang saya harus pilih? Anda perlu mengecek universitas yang nanti anak anda akan masuk. Requirement apa yang mereka minta? Apakah IB Diploma ataukah Cambridge A-Level? Banyak university di Amerika menerima kedua-duanya. Namun ada juga universitas yang hanya menginginkan IB Diploma, sebagian lagi menginginkan A-Level. Sehingga bilamana anak anda IB Diploma, namun universitas di luar negeri tidak mengenal sistem IB, maka ada requirement tambahan untuk subtitute. Semoga uraian mengenai program international school tuition in Jakarta bisa memberikan informasi.

2014-10-19 11.15.34

dari Kharisma Bangsa International School (International School Tuition in Jakarta)

Dari Binus International Simprug (IB Diploma Tuition in Jakarta)

Dari Binus International Simprug (IB Diploma Tuition in Jakarta)

 

from BPK Penabur International (A-Level Programme tuition in jakarta)

from BPK Penabur International (A-Level Programme tuition in jakarta)

Dari Binus International Serpong (Cambridge A Level tuition in Jakarta)

Dari Binus International Serpong (Cambridge A Level tuition in Jakarta)

Dari Citra Buana International School (International School Tuition in Jakarta)

Dari Citra Buana International School (International School Tuition in Jakarta)

From bina bangsa international school (les Cambridge A-Level / Cambridge A-Level tuition in Jakarta)

From bina bangsa international school (les Cambridge A-Level / Cambridge A-Level tuition in Jakarta)

from binus international simprug (IB tuition program / International Baccalaureate tuition program in Jakarta)

from binus international simprug (IB tuition program / International Baccalaureate tuition program in Jakarta)

 

from National High Jakarta (Cambridge tuition in Jakarta)

from National High Jakarta (Cambridge tuition in Jakarta)

from Binus International Simprug (Les IB International Baccalaureate Diploma Programme in Jakarta)

from Binus International Simprug (Les IB International Baccalaureate Diploma Programme in Jakarta)

dari Anglo Chinese School (Cambridge Tuition in Jakarta)

dari Anglo Chinese School (Cambridge Tuition in Jakarta)

from British International School (IB Diploma Programme tutoring in Jakarta)

from British International School (IB Diploma Programme tutoring in Jakarta)

 

Dari Tiara Bangsa International School (Cambridge A Level Tuition in Jakarta)

Dari Tiara Bangsa International School (Cambridge A Level Tuition in Jakarta)

2014-10-18 15.23.00

From Highfield Secondary School (Cambridge Tuition in Jakarta)

2014-10-18 15.18.39

dari Kinderfield International School

from SWA International School (IB Diploma programme tuition in Jakarta)

from SWA International School (IB Diploma programme tuition in Jakarta)

dari Anglo Chinese School International School (A Level tuition in Jakarta)

dari ACS International School (A Level tuition in Jakarta)

Dari Binus Serpong International School (A Level tuition in Jakarta)

Dari Binus Serpong International School (A Level tuition in Jakarta)

from Binus Simprug International School (IB diploma tuition in Jakarta)

from Binus Simprug International School (IB diploma tuition in Jakarta)

Dari ACS Tiara Bangsa (International School tutor in Jakarta)

Dari ACS Tiara Bangsa (International School tutor in Jakarta)

photo_00676

from mentari international school (cambridge tuition in jakarta)

 

from Binus international Simprug (IB tutor in Jakarta)

from Binus international Simprug (IB tutor in Jakarta)

from SMA Thamrin (A-Level Tuition in Jakarta)

from SMA Thamrin (A-Level Tuition in Jakarta)

A Level tuition in jakarta (preparation to Netherland)

A Level tuition in jakarta (preparation to Netherland)

From Anglo Chinese School (Cambridge tutoring in Jakarta)

From Anglo Chinese School (Cambridge tutoring in Jakarta)

IB Tutor in Jakarta (from Binus Simprug International School)

IB Tutor in Jakarta (from Binus Simprug International School)

 

dari tunas muda international school (IB tuition in Jakarta)

dari tunas muda international school (IB tuition in Jakarta)

From Anglo Chinese School (Les Cambridge di Jakarta)

From Anglo Chinese School (Les Cambridge di Jakarta)

from Binus International School (Simprug) (International Baccalaureate Tutoring in Jakarta)

from Binus International School (Simprug) (International Baccalaureate Tutoring in Jakarta)

From Raffles International School (Cambridge A Level tuition in Jakarta)

From Raffles International School (Cambridge A Level tuition in Jakarta)

From Bina Bangsa international school (Acceleration Class IGCSE tuition in Jakarta)

From Bina Bangsa international school (Acceleration Class IGCSE tuition in Jakarta)

from pelita harapan international school (cambridge igcse tuition in jakarta)

from pelita harapan international school (cambridge igcse tuition in jakarta)

photo_00748 1

from tunas muda international school (ib program tuition in jakarta)

 

dari Bogor Raya School (Cambridge A-Level tuition in Jadebotabek)

dari Bogor Raya School (Cambridge A-Level tuition in Jadebotabek)

 

from Binus international simprug (ib diploma tuition in jakarta)

from Binus international simprug (ib diploma tuition in jakarta)

photo_01199

from IPEKA International School (International School tuition in Jakarta)

from Sekolah Pelita harapan International (International Baccalaureate Diploma tuition in Jakarta)

from Sekolah Pelita harapan International (International Baccalaureate Diploma tuition in Jakarta)

 

from Binus International Simprug (IB diploma programme tuition in Jakarta)

from Binus International Simprug (IB diploma programme tuition in Jakarta)

From Global Sevilla International School (Cambridge tuition in Jakarta)

From Global Sevilla International School (Cambridge tuition in Jakarta)

 

from global international school (IB diploma tutoring in jakarta)

from global international school (IB diploma tutoring in jakarta)

 

from Tunas Muda International School (IB tutoring in Jabodetabek)

from Tunas Muda International School (IB tutoring in Jabodetabek)

 

 

from Binus International Simprug (IB tutoring in Jakarta)

from Binus International Simprug (IB tutoring in Jakarta)

 

from Binus International Simprug (International Baccalaureate tuition in Jakarta)

from Binus International Simprug (International Baccalaureate tuition in Jakarta)

 

From Raffles International School (Cambridge tuition in Jakarta)

From Raffles International School (Cambridge tuition in Jakarta)

from Binus International Simprug (IB diploma Program tuition in jakarta)

from Binus International Simprug (IB diploma Program tuition in jakarta)

from bina bangsa international school (A-Level tutoring in Jakarta)

from bina bangsa international school (A-Level tutoring in Jakarta)

 

from Ichtus International School (Cambridge tuition in Jakarta)

from Ichtus International School (Cambridge tuition in Jakarta)

 

 

from North Jakarta International School NJIS (Cambridge tuition in Jakarta)

from North Jakarta International School NJIS (Cambridge tuition in Jakarta)

From Anglo Chinese School Jakarta (IB tuition in Jakarta)

From Anglo Chinese School Jakarta (IB tuition in Jakarta)

from BPK Penabur International (A-Level tuition in Jakarta)

from BPK Penabur International (A-Level tuition in Jakarta)

From Binus International Simprug (IB tutoring in Jakarta)

From Binus International Simprug (IB tutoring in Jakarta)

from bpk penabur international (cambridge tuition in jakarta)

from bpk penabur international (cambridge tuition in jakarta)

from tunas muda international school (ib tuition program in jakarta)

from tunas muda international school (ib tuition program in jakarta)

 

from Anglo Chinese School (Cambridge tuition in Jakarta)

from Anglo Chinese School (Cambridge tuition in Jakarta)

 

from bina bangsa international school (PIK) (A Level tuition in jakarta)

from bina bangsa international school (PIK) (A Level tuition in jakarta)

from ichtus international school (cambridge tuition in jakarta)

from ichtus international school (cambridge tuition in jakarta)

from binus international simprug (international baccalaureate tutoring in jakarta)

from binus international simprug (international baccalaureate tutoring in jakarta)

from Raffles international school (international school tutor in jakarta)

from Raffles international school (international school tutor in jakarta)

from sinar mas international school (ib tuition in jakarta)

from sinar mas international school (ib tuition in jakarta)

from binus international school (international baccalaureate tutoring in jakarta)

from binus international school (international baccalaureate tutoring in jakarta)

 

From Anglo Chinese School (Cambridge tuition in jakarta)

From Anglo Chinese School (Cambridge tuition in jakarta)

from ACG international School (IB tuition in Jakarta / International Baccalaureate tuition in Jakarta)

from ACG international School (IB tuition in Jakarta / International Baccalaureate tuition in Jakarta)

dari Bina Tunas Bangsa Pluit (Cambridge tuition in jakarta)

dari Bina Tunas Bangsa Pluit (Cambridge tuition in jakarta)

from Binus Simprug International School (IB tutor in jakarta)

from Binus Simprug International School (IB tutor in jakarta)

 

International School tutor in Jakarta

International School tutor in Jakarta

from Singapore International School (Cambridge tuition in Jakarta)

from Singapore International School (Cambridge tuition in Jakarta)

 

from Binus International School (IB tuition programme)

from Binus International School (IB tuition programme)

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in A Level Tutor in Jakarta, A-Level Tuition In Jakarta, Cambridge A-Level Tuition in jakarta, Cambridge tuition in Jakarta, IB HL, IB SL, IB Studies, IB tuition in Jakarta, IB Tutor in Jakarta, IGCSE tuition in Jakarta, international school tuition, international school tuition in jakarta, international school tutor in jakarta, Les A Level, Les AS Level, Les Cambridge, Les Cambridge A Level, Les IB, Les IB (International Baccalaureate), Les IGCSE, Les International School, Les Pelajaran IB (International Baccalaureate), Les Pelajaran International School, Testimoni, Tips, Tuition Center in Jakarta, Tuition in Jakarta

Apa Beda Mencolok Anak Sekolah Nasional dengan International School?

beda les

Banyak orangtua yang menanyakan apa sih perbedaan bilamana saya masukkan  anak saya ke sekolah nasional dengan sekolah internasional?

beda les

Sebagai tuition center in Jakarta yang memiliki berbagai macam siswa sekolah nasional maupun international school students yang ikut program les international school, dalam kesempatan ini akan dibahas perbedaan mencolok antara siswa sekolah nasional dengan international school, yang akan diulas sebagai berikut:

1. Materi pelajaran sekolah nasional relatif sangat banyak, di beberapa sekolah SMA malah lebih dari 10 mata pelajaran. Sedangkan materi international school relatif sedikit, hanya memfokuskan di matematika, physics, chemistry, english, mandarin, dan beberapa pelajaran pilihan seperti biologi, bisnis, ekonomi, komputer. Meskipun sedikit namun jam belajar untuk mata pelajarannya diperbanyak. Sehingga kalau kita lihat, pembahasannya lebih mendalam/mendetail. Mana yang lebih bagus? Kalau mau pilih lebih fokus dengan pelajaran, ya tentu international school, yang tidak dijejali dengan pelajaran “rubbish” dimana tidak digunakan di dalam dunia kerja. Ingat di dunia kerja, hanya dibutuhkan pelajaran terapan seperti matematika, fisika, kimia, biologi, bisnis, accounting dan bahasa asing seperti inggris dan mandarin.

aaaa

 

2. Anak sekolah nasional biasanya melihat angka koma bingung. Maksudnya apa? Anak sekolah nasional terbiasa dengan angka-angka genap. Semisal dalam ulangan, hasil yang mereka peroleh biasanya tidak ada koma, alias bagus angkanya. Kalau ada koma, mereka akan curiga ada yang salah. Jadi mereka sangat takut untuk salah. Dan proses berhitung mereka meskipun angkanya susah dihitung perkalian ribuan ataupun ratusan, tetap tidak boleh kalkulator. Di Bimbel Akong, dibiasakan anak-anak untuk mengerjakan soal yang angka-angkanya jelek, untuk membiasakan mereka untuk terbiasa dengan kesalahan, sehingga menumbuhkan rasa percaya diri. Sedangkan anak sekolah international terbiasa melihat angka desimal ataupun pecahan. Dan proses berhitung diperbolehkan menggunakan kalkulator. Namun untuk sekolah international tertentu yang gurunya banyak berasal dari Indonesia maupun philiphine mereka banyak yang tidak memperbolehkan menggunakan kalkulator, alias harus manual berhitung meskipun perhitungannya sulit sekali karena banyak desimal atau perkalian ribuan. Sebenarnya di Singapore ataupun British Commonwealth countries lainnya calculator is allowed. Kalau dari analisa, kemungkinan karena guru yang berasal dari indonesia maupun filipin yang dahulu semasa sekolahnya tidak diperbolehkan penggunaan kalkulator, hal tersebut juga diterapkan kepada muridnya yang sekarang (“efek balas dendam” :)).

3. Soal cerita/case study siswa International school lebih banyak daripada sekolah nasional. Hal ini kelihatan sekali semenjak kelas 5 SD terdapat perbedaan mencolok. Karena tidak terbiasa dengan soal cerita, anak-anak sekolah nasional biasanya sangat lemah sekali mengerjakan soal cerita, semenjak sd hingga SMA 3. Siswa sekolah nasional lebih kuat dalam pengerjaan non soal cerita. Padahal yang terpenting siswa mengerti penerapan hitungan dalam dunia sehari-hari dalam bentuk soal cerita.

4. Pengerjaan soal-soal International school banyak menerapkan prototype / model, sedangkan sekolah nasional lebih mengedepankan pada teknik aljabar. Hal ini dapat dilihat perbedaan mencolok pada waktu SD. Teknik aljabar ini sangatlah berat untuk diajarkan siswa SD, yang kebanyakan banyak mendapatkan kesulitan ketika penerapan aljabar. Menurut analisa pengajar dikarenakan daya otak mereka belumlah sampai, namun terkadang keadaan memaksa mereka untuk bisa survive. Penerapan prototype yang menggunakan otak kanan yang diterapkan international school biasanya sangat mempermudah pengerjaan soal.

5. Terkadang sekolah nasional cukup sadis juga (“tidak semua”), terkadang sehari ulangan bisa 3, tanpa memperhatikan efektif atau tidaknya ulangan tersebut. Terlebih kalau minggu ulangan, bisa dalam seminggu ulangan terus dan sadisnya sehari bisa 2 ataupun 3, malah bisa 4. Terkadang murid-murid sudah memelas mohon kebijakan guru revisi jadwal ulangan, namun biasanya ditolak, karena jadwal due date kumpulin nilai guru-guru tersebut tidak bisa diundur. Akhirnya banyak ortu yang kasihan liat anaknya menderita, yang bisa tidur sampai jam 2 pagi. Di sekolah international hal tersebut kadang terjadi, namun umumnya schedule ulangan sudah diset sedemikian rupa di kontrol guru walikelas dan kepala sekolah yang membumbuhkan tanda tangan, dimana mencegah dalam 1 hari bisa lebih dari 1 ulangan.

6. Yang pasti keunggulan bahasa. Di sekolah international materi inggris dan mandarin tiap hari, dan umumnya mereka menggunakan native speaker. Untuk sekolah nasional banyak yang kesulitan untuk mendapatkan native speaker jadi terkesan praktek berbahasa /berbicaranya relatif sedikit. Sehingga kita umum lihat ada murid yang jago sekali grammar di sekolah nasional, tapi dia bukanlah pengguna bahasa inggris yang aktif, karena tidak pernah conversation. Hal ini sangat berbeda karena sekolah international menjadikan English and Mandarin as First Language. Seperti diketahui, siswa dengan jumlah bahasa yang dipelajari lebih banyak dari siswa lain, memiliki tingkat IQ dan EQ lebih tinggi daripada siswa lainnya, mungkin bisa dicek di Google artikel tersebut.

7. Jago menghafal. Sekolah nasional dikenal murid-muridnya jago menghafal. Kita bisa lihat memang banyak sekali mata pelajaran. Dan banyak yang membutuhkan hafalan. Banyak guru fisika dan kimia di sekolah nasional yang kemampuannya kurang dalam berhitung, mengutamakan materi menghafal. Terkadang bingung juga, kenapa ketika ulangan materi Hukum Newton, banyak sekali hafalannya daripada hitungannya. Karena jago menghafal, makanya orang indonesia yang kuliah di luar negeri sangat dikenal untuk jago menghafal dibanding siswa negara lain. Anda tidak asing dengar bahwa lulusan kuliah Indonesia paling jago teori daripada praktek bukan?  Untuk international school ada juga hafalan, namun bobotnya tidak sebanyak sekolah nasional. Kebanyakan mereka lebih cenderung ke praktek daripada teori menghafal. Jadi banyak hitungan, dan praktek conversation, writing, dsb. Serta siswa International School lebih dominan dalam presentasi karena banyak pelajaran mereka yang mewajibkan mereka untuk presentasi dan berdebat di depan teman-temannya, hal tersebut juga meningkatkan rasa percaya diri nanti kelak di dunia pekerjaannya dimana mereka harus presentasi di depan bos-bos. Malah hal tersebut sudah diterapkan semenjak Playgroup ataupun SD kelas 1. Hal tersebut berbeda dengan sekolah nasional yang frekuensi untuk presentasi bagi siswa tidak tinggi, kemungkinan karena jumlah siswa yang sangat banyak sehingga sulit untuk mengatur presentasi. Kalaupun ada presentasi, biasanya per group dan hanya 1 orang dari group yang dipilih untuk berbicara, dan yang lain tidak kebagian.

8. Untuk sekolah nasional, ujian akhir kita sering dengar mudah bocor, dan tidak jarang diperjualbelikan soalnya. Sedangkan ujian akhir sekolah international, mereka berpatokan dengan ujian Cambridge /  HSC / IB yang langsung ulangannya dikirim keluar negeri dan diperiksa di sana. Dan tidak bisa bocor. Biasanya ujian nasional sekolah nasional semuanya pilihan ganda (a,b,c,d), sedangkan untuk ujian international school beberapa multiple choice, dan selebihnya essay, sehingga susah untuk itung kancing.

9. Untuk sekolah international semisal program IB International Baccalaureate Diploma mereka banyak sekali project / assessment, membuat suatu makalah, membahas case study, dll, dan hasilnya dinilai untuk dijadikan ulangan. Dan terkadang project tersebut dikirimkan keluar negeri untuk dinilai. Untuk sekolah nasional, makalah suatu yang biasa dikerjakan siswa sekolah nasional. Meski pengerjaan makalah / paper yang sangat melelahkan bisa menghabiskan berhari-hari, namun biasanya nilainya tidak dijadikan nilai ulangan. Hanya nilai selingan. Sehingga penghargaan jerih payah si murid, sangatlah kurang.

Ulasan tersebut semoga bisa meningkatkan kualitas sekolah nasional maupun international school ke depannya. Seperti kita ketahui sekarang bermunculan puluhan sekolah nasional plus dimana mereka dalam tahapan mentranformasi dirinya dari sekolah nasional, menjadi sekolah international. Sehingga tidak heran materi yang dipelajari materi international school, namun SDM yang dimiliki masih jauh dalam proses dari kualitas international school. Banyak orang menyadari era ASEAN Free Trade tahun 2015 membutuhkan generasi siswa sekolah yang siap menghadapi open market, tangguh untuk bersaing dengan jutaan pekerja asing yang sebentar lagi akan membanjiri Indonesia. Berkemampuan verbal, international standard skill sangatlah dibutuhkan untuk menangkis serbuan pekerja asing.Apakah kita hanya jadi penonton / budak mereka, atau kita bisa jadi pemimpin yang sejajar dengan mereka? Apakah hanya jadi market gempuran produk luar atau bisa compete dengan mereka, malahan bisa expor?Seperti kita ketahui, banyak orang Indonesia typical yang tergila-gila dengan orang asing, banyak perusahaan yang lebih memilih orang asing untuk menjadi pemimpin dibandingkan orang Indonesia sendiri. Kemampuan berbahasa Inggris dan Mandarin selain tentunya ilmu eksak yang sangat mutlak diperlukan untuk dapat berkomunikasi dengan orang asing tersebut menjadikan sang anak menjadi pemimpin yang bergaji tinggi dan dapat bersaing dengan mereka. ASEAN FREE TRADE ZONE 2015 merupakan zona ekonomi menyatu antar negara2 asean+negara observer seperti china jepang korea selatan australia dan new zealand. Sehingga hal ini akan mirip seperti uni eropa dengan 1 mata uang euro dan penduduk yg tidak mengenal batas negara lagi. Pagi berangkat kerja dari jakarta naik pesawat kerja di singapore. Meeting lunch dengan orang jepang di kuala lumpur.sore shopping entertain customer China di bangkok.kemudian balik lagi ke jakarta di malam hari. Hal ini akan terwujud dengan ASEAN Free Trade. Siapkah anda?

Tagged with: , , , , , , , , , ,
Posted in Les International School, Les Pelajaran International School, Tips, Tuition Center in Jakarta, Tuition in Jakarta

Ini Tips Menghadapi Cambridge IGCSE Exam 2014

create_thumb

create_thumbIGCSE sudah dekat. Nampak puluhan murid yang join program les IGCSE / IGCSE tuition di Bimbel Akong Jakarta, mereka super sibuk mempersiapkan test Cambridge ini selain kakak kelas mereka yang join program les A Level.

Ada beberapa tips sukses menghadapi tes Cambridge IGCqSE dengan ikut IGCSE Tuition in Jakarta:

1. Semua catatan rumus harus segera dibuat / dilengkapi menjadi 1 buku.

2. Catatan tersebut bukan hanya dicatat, namun hurry up dihafal mentok tanpa tawar-menawar. Dan ga ada kata tunggu besok aja baru dihafal. Hafal rumus diyakini Mr Akong kontribusi 90persen ke nilai murid

3. Proses belajar tidaklah seperti disulap, hari ini belajar besok bisa. Namun perlu latihan secara teratur. Kalau sudah hafal mentok catatannya, segeralah aplikasikan kerjain soal.

4. Mengerjakan soal Cambridge pun tidaklah semulus yang dikira. Banyak sekali pastinya soal-soal yang tidak bisa dikerjakan, karena level soal sangatlah susah. Buat 2 plan, yakni plan A dan plan B. Plan A, yakni untuk pengerjaannya yang terbaik dari soal-soal yang level termudah, terus menanjak ke soal-soal dengan level susah secara berurutan. Namun bilamana dirasa masih kurang menguasai, segera pindah ke Plan B, yakni mengerjakan soal-soal dengan by topics, namun harus dipikirkan keterbatasan waktu yang ada harus dipertimbangkan dengan matang. Adapun plan C bilamana dianggap perlu, materi-materi yang belum dikuasai harus dibahas terlebih dahulu, sebelum mulai mengerjakan soal-soal campuran.

5. Kumpulkan soal-soal yang susah yang tidak bisa dikerjakan dalam 1 buku soal-soal susah, yang kemudian bisa direview. Kemudian bawalah soal tersebut kepada guru sekolah minta untuk dibahas. Bilamana merasa canggung pada guru sekolah, ataupun bilamana merasa penjelasan guru sekolah masih kurang jelas, mungkin karena kurang pintar mengajar, tanyakanlah kepada guru les. Karena biasanya komunikasi dengan guru les lebih lancar daripada dengan guru sekolahnya.

6. Buku soal latihan haruslah tebal sekali, dimana supaya mencegah hilang-hilangnya buku. Kalau bisa buku soal latihan tersebut bisa mencakup pelajaran selama 4 tahun, sangat direcommanded, karena berdasarkan pengalaman pengajar, hasil siswa dengan management buku yang bagus berkali-kali lipat daripada siswa dengan management buku ala kadarnya (pakai kertas file / buku tipis).

7. Pengerjaan harus menggunakan pena, karena akan melatih kepercayaan diri. Kalau salah tinggal coret saja. Era sekarang ini, pengajar kadang bingung juga, masa sudah SMA 3 masih pada pakai pensil pengerjaan soalnya. Hal tersebut sebenarnya secara psikologis memupuk rasa ketidak percayaan diri. Karena adanya budaya menghapus. Sehingga pas ketika ulangan beneran, si siswa takut sekali untuk salah. Sebenarnya sangatlah penting untuk mengajar siswa untuk berani untuk salah. Kekeliruan tersebut sepertinya dibiarkan di era sekolah jaman sekarang. Dapatlah kita lihat zaman dahulu, SMP saja wajib pakai pen.

8. Leslah jauh-jauh hari sebelum Cambridge IGCSE Exam. Karena otak kita bukanlah sempurna. Karena butuh waktu untuk menyerap secara perlahan-lahan. Otak semua manusia sama diciptakan Tuhan. Tidak adayang bodoh, tidak ada yang pintar. Yang pintar hanya kebetulan, karena orang tersebut rajin, dan beruntung, selain faktor genetik, namun IQ pun tetap bisa dinaikkan angka nya bukanlah suatu yang fix selalu sama dari satu periode ke periode yang lain. Jangan pernah ada sistem kebut semalam karena kurang efektif. Karena ujian Cambridge IGCSE mayoritas isian jadi harus paham sekali. Banyak ortu yg baru mau les ketika si anak sudah ‘ICU’ ketika 4 ulangannya berturut2 hancur. Untuk ngejarnya sulit sekali. Malah si anak terancam ga naek.

9. Carilah guru les yang benar-benar expert di bidang Cambridge IGCSE tuition in Jakarta. Murah bukanlah segala-galanya. Karena anak yang orang tua invest nilainya jutaan rupiah dalam 1 bulan untuk  uang sekolahnya. Kalau nilai IGCSE Cambridge nya jelek, maka si anak akan susah untuk mendapatkan College ataupun Universitas yang bagus, bahkan bisa ditolak di mana-mana. Terlebih malah bisa ga naik kelas sehingga rugi ratusan juta rupiah uang pangkalnya. Jadi harus pilih les international school yang bagus. Tips untuk mencari guru les Cambridge IGCSE tuition in Jakarta yang bagus,yakni harus dilihat educational background, dan juga working experience si pengajar. Lihat lulusan mana si pengajar. Dan terpenting bilamana lulusan luar negeri sangatlah beneficial karena tidak akan ada masalah dalam berbahasa inggris. Working experience apabila pengajar pernah bekerja di bidang engineering, dalam hal ini langsung praktikal, hal ini sangat membantu dalam pelajaran fisika dan chemistry, dibanding pengajar yang tidak memiliki working background dari engineering ataupun hanya tahu teorinya saja. Cara yang paling mudah carilah bimbel yang paling banyak international school studentsnya terlebih bila terdiri dari berbagai macam sekolah, tidak didominasi hanya 1 sekolah yang dekat bimbingan belajar. Contoh akong bimbel yg memiliki ratusan siswa international dari berbagai penjuru di jadebotabe bahkan luar kota seperti bandung cirebon lampung dsb dan juga dari luar negeri. Jam terbang mengajar pun harus diperhitungkan ortu.sebagai contoh pilot dengan jam terbang yang tinggi memiliki resiko jatuh yg sangat kecil. Demikian pula guru les dengan jam terbang mengajar  cambridge yg tinggi seperti di bimbel akong yg sudah hampir 20tahun memiliki tingkat nilai bagus lebih tinggi dari bimbel lain. Banyak ortu yg mencoba mengajar anaknya swadaya, namun hasilnya tak kunjung baik.dikarenakan memang bukan bidangnya untuk mengajar.serta  experience dominant role untuk sukses.

10. Sekali lagi faktor buku pedoman. Sepintar-pintarnya guru les tanpa memiliki buku pedoman yang bagus alhasil jelek/ tidak maksimal. Di bimbel akong yang memiliki ribuan buku panduan latihan setara ulangan kiranya merupakan value added sebagai tuition center in jakarta serta didukung perangkat yg memang cambridge oriented sehingga ketepatan belajar siswa tepat sasaran. Banyak guru les yg ajarin muridnya pakai materi kurikulum nasional padahal siswa kurikulum  cambridge sehingga hasilnya tidak maksimal malahan jadi jelek hasilnya. Seperti halnya isuzu phanter diesel dikasih bensin.

11. Let’s pray. Manusia berusaha, Tuhan yg menentukan.meski demikian usaha harus maksimal,harus orientasi belajar.Semua gadget, computer,bb harus bb off atau dikandangkan.tv harus di extra c ontrol. Alat2 tersebut penyumbang terbesar kemerosotan nilai siswa. Hal ini sudah dibuktikan. Coba anda perhatikan siswa sd sampe kelas 6 sd tidak pernah pegang smartphone. Pas smp 1 setelah naik kelas dibelikan samsung / iphone  coba deh anda liat grafik hasil belajar naik / turun? Turun bukan! Karena siswa sekarang smartphoneholic eranya kecanduan smartphone yg menyita sebagian besar waktu belajar mereka menjadi berkurang drastis. Hal demikian sama dengan laptop dengan alasan belajar / kerjain soal namun lagi chatting or sosmed. Jadi perlunya ortu kontrol hal2 tersebut.

Bila 11 tips tersebut diikuti maka niscahaya hasil Cambridge IGCSE Exam maksimal, selamat mencoba.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Bimbingan Belajar, Cambridge tuition in Jakarta, Les Cambridge, Les IGCSE, Les International School, Testimoni, Tips, Tuition Center in Jakarta, Tuition in Jakarta

Kenapa Saya Harus Pilih Bimbel Akong?

FB_IMG_1404446023379

Ada salah satu calon orang tua siswa yang mengajukan pertanyaan “Kenapa Saya Harus Pilih Bimbel Akong?” Nah, sekarang saya berbalik tanya, “Kenapa Anda Menghubungi Saya?”

Analoginya begini, Coca Cola dengan brand name yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia. Kenapa banyak orang meminumnya? Kenapa tidak minum air putih masakan sendiri?Bagaimana anda bisa tau Coca Cola brandnya bagus? Coba deh cek google, pasti mudah ketemu Coca Cola. Analogi lainnya, Harvard sudah sangat terkenal, kenapa harus saya pilih Harvard yang demikian mahalnya, namun saya harus tetap membayar tuitionnya. Demikian pula Alphard, Mercidez Benz, kenapa saya harus pilih Alphard, kenapa saya ga pilih Avanza, ataupun Suzuki Karimun Estillo, atau bahkan mobil Es em ka? Tentunya anda sangat percaya dengan produk-produk mereka. Meskipun mahal, Anda beli. Demikian pula anda tinggal cek di google, les matematika, les fisika dan les kimia. Mudah bukan.

Lihat percakapan sms berikut antara salah satu siswa Santa Ursulla Lapangan Banteng dan SMA8 dengan Mr. Akong

photo_01227 1

tidak ada kata terlambat untuk menyesal

photo_01228 1 photo_01229 1 photo_01230 1

2014-06-27 17.07.32

“Ko saya menyesal, saya udah tau koko lama, cuma baru sekarang les”

 

Dan lihat murid-murid dari luar Jakarta yang les di Bimbel Akong. Mereka sangat percaya Bimbel Akong dapat membantu mereka.

photo_01219

dari singapore

photo_01232

dari belanda

photo_01226

dari bogor

photo_01194

dari papua (putri kapolda Papua)

photo_00535

dari yogyakarta

20140627_172425_Android

dari bogor

photo_00518

dari makasar

photo_00502 2

dari singapore (kiri asal bekasi, kanan asal bogor)

photo_00545 1

dari bali

photo_00591

dari sukabumi

photo_00554

dari semarang

photo_00555 1

dari surabaya

photo_00972

dari depok

Sehingga dapat dilihat Bimbel Akong memiliki siswa yang banyak dari luar daerah. Bagaimana dengan siswa di Jakarta Depok Tangerang Bogor Bekasi sendiri?

Kepercayaan orang akan Bimbel Akong boleh dibilang lumayan, karena ada beberapa siswa dari kalangan anak artis, anak polisi, tni, menteri, direktur bumn, orang-orang super kaya di indonesia, pimpinan-pimpinan beberapa perusahaan tersebar di seluruh indonesia,orang-orang asing seperti bule, korea, india, dan lain-lain. Bahkan ada siswa yang dari kelas 1 sd hingga sampai sma3 masih tetap les. Sedemikian besarnya kepercayaan orang tua yang diberikan kepada Bimbel Akong.

photo_00721

les dari kelas 1 SD, Wilson siswa Bina Bangsa hingga sekarang SMP 2 kelas percepatan (selevel dengan sma 1)

Kepercayaan demikian besar, membuat Bimbel Akong sebagai salah satu tuition center for international school di Jadebotabek, dengan berbekal buku-buku yang dibeli langsung di UK, British commonwealth, dirasa Mr Akong 1000an buku dengan berbasis soal-soal ulangan belumlah cukup. Sehingga dalam 1 tahun beberapa kali ke negeri-negeri barat sembari business trip serta untuk melengkapi koleksi. Serta mendapat kepercayaan dari Cambridge CIE melengkapi infrastructure untuk menolong homeschooler yang ingin mendapatkan ijazah Cambridge memperoleh nilai tinggi dengan berbekal soal-soal langsung dari Cambridge yang 99persen mirip dengan soal ulangan sekolah. Selain itu juga berbekal dengan soal-soal IB, yang mirip 99 persen dengan soal yang keluar di ulangan sekolah berbasis IB, menjadikan Bimbel Akong tempat les favorite untuk sekolah sekolah IB seperti Binus, JIS, Pelita Harapan,dll,  maupun Cambridge Curriculum. Soal yang mirip tersebut dengan soal ulangan, membuat siswa tidak sia-sia dalam belajar. Mereka pun tau arah ke mana sih belajarnya. Teknologi pun digunakan dalam pengajaran seperti laptop dan ipad merupakan keharusan alat untuk kemajuan siswa. Sebagai contoh, kenapa Anda suka medical Check Up ke singapore, daripada Indonesia, ya alasan klasik teknologi yang mereka pakai lebih tinggi daripada yang ada di indonesia, selain dokternya lebih pintar.  Namun teknologi selalu berbicara banyak. Sekali lagi sukses suatu pengajaran bergantung dari buku / alat yang dipergunakan + teknik mengajar + pendekatan psikologis +kemauan siswa untuk maju.

FB_IMG_1404446023379

Lagi kedinginan

Dari segi sekolah nasional, bukanlah hal yang sulit untuk menggolkan siswa masuk UI / ITB / UGM. Kebanyakan rintangan yang ditemukan yakni terdapat pada siswa sendiri. Seperti halnya pola hidup sehat, ada juga namanya pola belajar sehat. Di mana buku buku latihan, pen, hal hal kecil perlu mendapatkan perhatian.

Keraguan masuk bimbel Akong bisa saja terjadi. Pak ada garansi? Saya hanya bisa kemukakan tahun ini murid saya ada 50an orang dari sekian orang juara sekolah/kelas dengan range 1-3 se Jadebotabek. Hayo saya balik tanya, kenapa para juara les di Bimbel Akong? Analoginya begini, bilamana di setiap perlombaan formula 1, mercedez benz selalu juara. Misal di Malaysia, Juara. di London juara. Dan sebagainya. Terus ada seseorang mengendari Mercedez benz ternyata kecelakaan karena kelalaian sendiri, ban bocor dihajar terus, trus dia menuntut money back guarantee ke mercedez benz. Sangatlah bijak? Hal tersebut sama halnya. Di sini, saya berikan semua ilmu saya. Tinggal si murid menerapkannya. Rajin mengerjakan latihan sendiri / PR sekolah selalu dikerjakan. Tidak pernah bolos les, dengan alasan apapun (hal ini biasanya biang kerok yang membuat nilai siswa jelek, banyak sekali siswa beralasan inilah, itulah tidak bisa les, dengan seribu alasan, dan parahnya didukung orang tuanya, membuat kegiatan belajar yang rutin si siswa terganggu, otomatis nilainya akan jelek). Di Bimbel Akong menerapkan aturan yang super strict untuk absensi, tidak datang hangus. Hal ini untuk make sure nilai siswa memiliki grafik menaik. Buku les selalu komplet dibawa. Yang so pasti, wajib belajar di rumah. Kalau hanya belajar di tempat les, tanpa latihan sendiri di rumah, mustahil bisa sukses. Di Bimbel akong memberikan trik-trik pengerjaan soal, bukan sebagai sarana buat pr, hal tersebut selalu diinformasikan ke orangtua siswa, dikarenakan banyak sekali siswa yang mengandalkan guru les untuk membuat soal, sehingga membuat guru les sebagai kunci jawaban, dan siswanya malas-malasan. Alhasil, si guru les tambah pintar, dan si siswa tidak akan bisa mandiri, dan tambah bodoh. Karena tidak mengerjakan soalnya sendiri.

Saya bisa katakan, Bimbel Akong memiliki keunggulan merupakan salah satu pioneer Bimbel yang mempersiapkan siswa jadi mandiri, lepas dari kegiatan les. Menjamin bahwa setelah lulus SMA, si siswa tidak perlu bergantung lagi pada Bimbel / les-lesan, karena sudah memiliki pola belajar yang diajarkan di Bimbel Akong untuk disiplin, berani mencoba sendiri, tidak takut untuk menjadi salah karena menganggap kegagalan merupakan awal dari kesuksesan. Jadi si siswa akan mengerjakan soal secara mandiri diobservasi langsung oleh Mr Akong, lama-lama dilepas perlahan-lahan, sehingga siswa akan bisa swa belajar (belajar sendiri). Untuk murid-murid dengan jangka waktu les yang sudah lama, hal ini diterapkan terus-menerus, dengan latihan soal yang lebih cepat diajarkan daripada sekolah, sehingga ketika diajarkan di kelas, si siswa lebih dominan daripada siswa lain, baik interaksi diskusi dengan guru+siswa lain berupa debat dsb, serta dalam hasil ulangan. Bahkan ada murid yang baru kelas 3 SMP les dari SMP 1 hingga SMP 3 kini sudah mempelajari pelajaran SMA 3

photo_00675

ilustrasi siswi ini sudah mempelajari materi SMA 3 padahal masih SMP3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tagged with: , , , , , ,
Posted in Bimbel, Testimoni, Tuition Center in Jakarta, Tuition in Jakarta

Belajar GMAT Tuh Susah Toh!

Siswa Universitas Pelita Harapan join Les GMAT di Bimbel Akong

GMAT dikenal sebagai kakek moyangnya materi bahasa Inggris. Soal-soalnya memiliki kesulitan sangat tinggi. Jawabannya mirip2. Anda yg mengatakan TOEFL mudah mungkin bisa coba GMAT.

Selain itu matematikanya pun sangat sulit. Orang yang pinter math pun bukan jaminan dia capable di GMAT.

Soal-soalnya baik inggris maupun math banyak jebakan maut.

Hal ini pun dialami Stefanus mahasiswa Universitas Pelita Harapan jurusan teknik industri.Sebelum join di Akong Bimbel Stefanus mencoba belajar autodidact / sendiri. Meski dari jurusan teknik industri yang mendapat materi matematika inggris, Stefanus pun mengalami kesulitan sekali. Dari segi inggris yang merupakan makanan sehari harinya ketika kuliah pun menjadi beban melihat soal GMAT. Sehingga ia harus join program les GMAT di Bimbel Akong. Stefanus berencana untuk kuliah S2 di Amerika sehingga dia jauh-jauh hari mempersiapkan les GMAT. Di bimbel akong yg memang merupakan tuition center in jakarta yg terbiasa dengan les international school / kurikulum luar termasuk kurikulum Amerika mampu menangani GMAT

Berikut cuplikan kegiatan belajar di Akong Bimbel.

Siswa Universitas Pelita Harapan join Les GMAT di Bimbel Akong

Siswa Universitas Pelita Harapan join Les GMAT di Bimbel Akong

 

 

Tagged with: , , , , , , ,
Posted in Les Gmat, Les International School, Testimoni, Tuition Center in Jakarta, Tuition in Jakarta
Siapa Akong ?

Ricky Sugiri


Ricky Sugiri (Akong)

adalah pengajar bimbingan belajar les private ini, specialist dalam  les matematika, fisika, kimia, sbmptn, un, kurikulum luar negeri, ielts, sat, toefl, gmat, gre, act, calistung.
 Profile Lengkap

Contact:
email: rickysugiri@yahoo.com
ADD pin bbm = 7CB3ABD1
Please cantumkan dengan lengkap
1. nama siswa
2. kelas berapa
3. nama asal sekolah
4. Mau les apa
5. alamat email yang bisa dihubungi
6. nomor handphone

(tanpa info yang lengkap dan jelas, email, bbm, sms, whatsapp tidak akan diresponse). Email / BBM preferable for fast response as teaching schedule yang sangat padat. Dan sangat memungkinkan telepon anda tidak terjawab karena kesibukan sang Pengajar yang sangat tinggi

ricky sugiri

ricky sugiri

Ricky Sugiri ( Akong ) adalah pengajar dari kursus private bimbingan belajar les matematika ini. Untuk Informasi lebih lanjut mengenai bimbel matematika ini, hubungi, email: rickysugiri@yahoo.com or pin BB: 7CB3ABD1 Please cantumkan dengan lengkap 1. nama siswa 2. kelas berapa 3. nama asal sekolah 4. Mau les apa 5. alamat email yang bisa dihubungi 6. nomor handphone (tanpa info yang lengkap dan jelas, email, bbm, sms, whatsapp tidak akan diresponse). Email / BBM preferable for fast response as teaching schedule yang sangat padat. Dan sangat memungkinkan telepon anda tidak terjawab karena kesibukan sang Pengajar yang sangat tinggi

Personal Links

Verified Services

View Full Profile →

Follow me on Twitter
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,149 other followers