Segera Les Private, UN 2014 Soal Standard International !

Segeralah les private, karena tahun 2014 ini soal UN (Ujian Nasional) banyak sekali yang keluar soal-soal standard International! Sehingga banyak para siswa yang kaget, karena cukup berbeda dengan yang sudah sekolah mereka persiapkan.

Hal ini dibenarkan oleh Menteri Pendidikan M. Nuh. Banyak anak-anak yang menempuh soal UN menjadi kaget sekali. Oleh karenanya diperlukan strategi khusus untuk persiapan UN (Ujian Nasional) bagi anak-anak anda yang sebentar lagi menghadapi UN SMP dan SD.

Soal-soal berstandard International tersebut agaklah beda metode pembelajarannya dengan soal-soal UN yang biasanya. Soal tersebut dapat dikategorikan cukup sulit, karena memang terdapat ketimpangan kurikulum International dengan Nasional. Sehingga para orang tua harus mensiasatinya supaya hasil UN si anak tidak jeblok.

Bimbel Akong yang memang spesialis di kurikulum nasional maupun kurikulum international, mengajarkan les private untuk soal-soal standard International bukanlah merupakan sesuatu yang sulit dikarenakan Bimbel Akong merupakan salah satu pusat Bimbel Sekolah Internasional di Jakarta (Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok).

 

 

 

Tagged with:
Posted in Les Private

Bimbel Akong Mendorong Entrepreneurship

Tidak seperti kebanyakan Bimbel yang lain, Bimbel Akong dalam mendidik para siswanya, juga mengarahkan bakat para siswa sesuai dengan kemampuan siswa tersebut, minat siswa dengan perkembangan situasi ekonomi Indonesia terkini, apakah siswa mengambil jenjang karir, ataukah siswa akan berwiraswasta.

Bimbel Akong Mengajarkan Dunia Bisnis

Dengan educational background dan working background yang sangat luas yang meliputi dunia engineering / teknik serta dunia bisnis, Sang Pengajar Bimbel Akong bukan hanya mendidik siswa di bidang pelajaran seperti matematika, fisika, kimia, inggris, accounting, dll, namun juga mengajarkan dunia bisnis kepada para siswa.

Coba anda pikir, Anda sekolah tinggi-tinggi, mungkin mencapai tingkat master atau Ph.D. Cape-cape dapat nilai 100 di ulangan, mungkin katakanlah 5 kali ulangan berturut-turut. Namun akhirnya kerja sama orang juga. Harus makan gaji dari orang lain. Seorang big boss berkata kepada pengajar, tahukah kamu rahasia di dunia bisnis. Biasanya orang kalo dalam usia kerja di kantor umur 20-30 tahun lampu hijau. Umur 40an sudah lampu kuning. Umur 50an, biasanya sudah siap ditendang. Karena otomatis semakin tua, perusahaan harus bayar kompensasi pesangon tunjangan hari tua yang sangat tinggi. Biasa kalo umur semakin tinggi, boss akan semakin banyak marah-marah, ataupun mencari kesalahan bawahannya, supaya bawahannya tidak betah, sehingga berhenti secara suka rela, dan si boss bebas dari beban pesangon. Kalau dipikir, ada benarnya juga omongan si Big Boss yang sudah punya 10 perusahaan, dan penuh pengalaman. Terkecuali si staff tersebut very very extraordinary, memegang banyak rahasia perusahaan, dapat menggolkan banyak project, meskipun orang tersebut sudah tua, perusahaan mungkin saja bisa keep orang tersebut. Namun bagaimanapun juga, umur semakin tua, dimana berbagai penyakit mulai ada, bolak balik rumah sakit, perusahaan pasti akan juga segera meminta orang tersebut untuk pensiun. Yang jadi masalah, kalau pensiun, trus keluarganya mau makan apa? Apakah dengan uang pesangon sudah cukup, sedangkan inflasi Indonesia sangat tinggi sekali tiap tahunnya. Tentunya Rupiah akan tergerus habis nilainya. Apakah akan minta ke anak kita? Sedangkan anak-anak kita pada saat itu baru saja merintis (baru lulus, dan baru kerja, tentunya tabungannya sedikit, kemudian harus nikah, dan nafkahin istri dan anak-anaknya, rumah saja masih ngontrak. Sehingga membuat beban keluarga si anak semakin besar saja).

Tidak sedikit anak-anak berprestasi di pendidikan sekolah,yang ranking sekolah pada akhirnya menjadi looser /pecundang / kehidupanya sangat memprihatinkan daripada anak-anak yang tidak berprestasi, bahkan kalah jauh dari anak-anak yang tidak naik kelas, atau ranking terakhir. Sebagai contoh, anak yang tidak naik kelas sudah kebeli mobil dan rumah sedangkan sang juara boro-boro punya mobil, punya motorpun tidak ada. Sebagai pengajar, kadang merasa “sakit juga” kok bisa juara kelas atau anak yang ranking 10 besar hidupnya melarat. Something wrong. Banyak penulis buku / majalah bilang sang juara, kebanyakan kutu buku, jadi sukar bergaul dengan orang lain, sehingga tidak punya jiwa pemimpin. Serta kutu buku orangnya selalu gak mau salah dan cenderung introvert. Sedangkan orang-orang bodoh selalu bereksperimen, sekali gagal, coba lagi. Gagal, coba lagi. Sehingga lama-lama berhasil, mereka tidak takut gagal. Introvert bukanlah sesuatu yang salah. :) sang pengajar pun dahulunya introvert, namun perlu latihan dalam kehidupan, untuk bergaul dengan orang lain. Memimpin orang lain, ikut kegiatan organisasi, dsb. Kemudian latihan pidato di hadapan 10.000 pegawai. Tidak sedikit orang-orang introvert yang akhirnya menjadi pemimpin negara, perusahaan, organisasi, ataupun bigboss. :) seperti kita ketahui menurut pengakuan Tukul Arwana dahulunya introvert, namun sekarang, kemampuan verbalnya sangatlah tinggi, dan bisa menghibur jutaan orang, yang akhirnya sekali show Tukul mendapat bayaran milyaran.

Bimbel Akong Mengajarkan Entrepreneurship, Bukan Cuma Prestasi Sekolah

Di Bimbel Akong, sang pengajar, sudah bereksperimen berbagai usaha bisnis, dari bisnis keramik, bisnis asuransi, bisnis saham, bisnis gelas, bisnis kerjasama dengan McDonald, KFC dsb usaha ultah, bisnis infra red, bisnis AC, bisnis jualan tas dsb, dan berbagai pengalaman kerja menjadi pimpinan di banyak perusahaan nasional maupun international. Jatuh bangunnya usaha sang pengajar, disertai dengan nilai akademik yang sangat tinggi, menjadikan pengalaman yang sangat berharga, dimana selalu di share dengan murid-murid Bimbel Akong.

Banyak orang takut jatuh. Tapi Sang Pengajar akan mengajarkan si murid bagaimana supaya tidak takut gagal. Gagal adalah biasa. Namun dari kegagalan merupakan awal kesuksesan. Dapat kita lihat kesuksesan almarhum Sudono Salim yang dahulunya tukang becak, dan pemilik Mie GM yang dahulunya jualan pakai gerobak, namun mereka bisa membuat kerajaan bisnis yang sangat besar. Siswa selalu diarahkan bisnis yang bagus yang bisa buat mereka kaya dan sesuai dengan kemampuan bidang mereka. Buat apa mereka belajar cape-cape namun akhirnya mereka jadi budak orang lain. Dengan mengingat kata Perdana Menteri Singapore yang menghimbau semua Singaporean untuk berwiraswasta, hindarilah bekerja dengan orang lain, sehingga mereka akan memiliki kehidupan yang lebih baik. Nah, kita bisa lihat bagaimana ekonomi Singapore yang negaranya sangat kecil tersebut.

Bimbel Akong selalu menekankan, “Ciptakanlah sesuatu yang baru, jadilah entrepreneurship. Anda sang juara kelas, masa tidak bisa juara di dunia kehidupan ini”. Di Bimbel Akong akan break down berbagai jurusan kuliah. Peminatan Anda dimana. Trick supaya kaya bagaimana, termasuk langkah-langkah yang harus diambil. Kalaupun mereka harus memilih karir, karir apa yang cocok, supaya tidak salah jurusan, yang akhirnya rugi umur. Bimbel Akong juga membantu siswa mengerti mengenai bisnis politik yang banyak terjadi di berbagai perusahaan nasional maupun international di Indonesia. Anda tentu sudah tau, sikut-sikutan yang terjadi dalam dunia kerja.

Selain itu Bimbel Akong juga mengajarkan Financial Freedom, bagaimana siswa mensiasati bahwa mereka tidak perlu sampai tua renta bekerja. Bagaimana dengan batas umur 40 tahun atau 50 tahun mereka sudah bisa pensiun, namun pemasukan terus datang, tanpabekerja. Seseorang memang bergaji sangat besar ketika bekerja di Engineering (ambil contoh perminyakan atau gas atau tambang), namun mereka perlu was-was ketika menginjak umur 50 tahun, dimana mendekati masa pensiun, dimana tidak ada lagi pemasukan, meskipun buffer saving yang cukup besar sudah tersedia. Namun di Bimbel Akong mengarahkan si siswa akan dengan tenang pada waktu umur 40/50 tahun tidak perlu memikirkan uang lagi. Bimbel Akong selalu menekankan adanya pepatah berkata, Janganlah kita mendewakan uang, karena Money is not everything, but masalahnya everything needs money.

 

 

 

 

 

 

Tagged with:
Posted in Bimbel

Les Private Gak Ngefek? Baca Ini Dulu Sebelum Menghakimi

les private

Apakah Perlu Les Private?

Les private sekarang menjamur dimana-mana. Trend semua anak harus ikut Les Private supaya nilainya bagus di sekolah ataupun bila nilainya jelek, bisa naik kelas. Les Private ini harusnya tidak diperlukan apabila si anak dapat nilai bagus di sekolah yakni 70 ke atas ataupun di atas nilai KKM, apabila si anak bisa handle belajar sendiri. Namun apabila pas di nilai KKM, perlunya si anak ikut Les Private, agar bisa naik kelas. Ada orang tua murid yang berasal dari IPEKA International School sharing “Mr Akong, Saya lihat di Indonesia, kecenderungannya akan sama dengan di Singapore ataupun Australia, karena sekarang kalau anak tidak Les Private, maka nilainya akan jelek / di bawah KKM. Sehingga terkadang si anak akan memiliki jam belajar lebih lama di tempat les daripada di sekolah”, kata orang tua murid yang memang pernah tinggal dan sekolah di Singapore dan Australia. Selain itu motivasi lain orang-orang ikut Les Private yakni meskipun orang tersebut memiliki nilai yang sudah bagus, ingin menaikkan ranking sekolahnya, ataupun ingin mengambil beasiswa, ataupun ingin lolos tes masuk perguruan tinggi atau sekolah terkenal, atau motivasi ingin belajar bahasa asing, persiapan sekolah / kuliah di luar negeri, dan masih banyak lagi.

Ketidakberdayaan guru sekolah dalam mendidik anak adalah salah satu indikasi bahwa seluruh murid di kelas nilainya hancur semua. Hal ini bukan salah murid. Namun salah guru, yang tidak bisa mentransfer ilmunya dengan benar sehingga si murid tidak mengerti. Dan terpenting kontrol dari kepala sekolah ke guru biasanya kurang monitor, karena biasanya kepala sekolah banyak duduk di kantor, jarang kontrol.

Guru Sekolah Malah Menganjurkan Les Private!

Ada orang tua yang anaknya sekolah di Binus International yang curhat berkata bahwa orang tua tersebut dianjurkan guru Binus International untuk segera ambil Les Private ketika pertemuan orang tua-guru. Sebenarnya alangkah malunya harusnya guru tersebut menganjurkan untuk ikut les private, tanpa adanya kerja nyata dari si guru tersebut untuk membantu sekuat tenaga agar si murid nilainya bisa bagus. Mungkin bisa saja, guru tersebut lebih fokus kasih perhatian ke murid tersebut dalam mengajar. Atau bisa memberikan jam tambahan pelajaran, setelah pulang sekolah, yang diselenggarakan di sekolah. Malahan Guru Binus tersebut memberikan referensi guru Les Private yang dipercaya dapat menaikkan nilai si anak tersebut. Pelimpahan ke pihak ketiga tersebut menunjukkan ketidakmampuan sistem pendidikan yang diterapkan sekolah tersebut, sehingga diperlukan outsourcing, yang seharusnya Guru Les Private dicari sendiri oleh orangtua tanpa campur tangan guru sekolah.

Entah, “mungkin” mulai maraknya channel komisi antara guru dengan guru Les Private tersebut dengan peluang membocorkan soal yang bakal keluar di ulangan. Seperti diketahui sekarang banyak sekolah yang tidak memperbolehkan guru sekolahnya memberikan les kepada siswanya, karena banyak indikasi kecurangan, bocoran soal ulangan, bahkan bisa menyogok secara langsung. Sehingga sekarang banyak kecenderungan sistem referensi, dimana guru akan referensikan guru Les Private ke orang tua murid, dimana soal ulangan dengan mudah didistribusikan kepada pihak ketiga. Suatu bisnis yang sangat bagus dan simbiosis mutualisme.

Tindakan demikian bukanlah solusi untuk membantu siswa tersebut, malah pembodohan. Bocoran soal ok bisa membantu hanya pada saat itu, namun si siswa otaknya kosong, karena tidak diisi ilmu sebenarnya. Harusnya si siswa bisa mengerti secara detail yang dipelajari, sehingga kalau soal dibolak-balik akan mudah mengerjakannya.

Bagaimanapun juga, dengan cara curang tersebut nanti akan juga terukur ketika adanya tes Ujian Nasional ataupun Ujian Cambridge Exam atau IB Exam, dimana Les Private yang sifatnya curang tersebut tidaklah mampu membantu siswa tersebut.

 

 

 

 

Tagged with: , ,
Posted in Les Privat, Les Private, Tips

Ini Tips Mencari Les Private Di Jakarta Yang Bagus!

Mencari Les Private yang cocok untuk anak sangatlah sukar bagi sebagian orang tua. Mencari Guru Les Private pun seperti “Membeli kucing dalam karung” karena untuk mencari guru les yang cocok bagi seorang anak pun sangatlah sulit. Ada pepatah kuno berkata,”Les private tuh untung-untungan, kalau jodoh bisa cocok si anaknya”.

private2

Sebenarnya banyak sekali definisi guru les private yang cocok bagi seorang anak sebagai berikut:

1. Guru les yang baik, adalah yang selalu on time memberikan jadwal les. Dan tidak pernah berubah-rubah schedule ngajarnya. Ini memberikan kepastian ke si murid dan si guru, jadwal jelas, pasti kapan les. Serta melatih kedisiplinan murid untuk belajar. Meskipun sakit, si Guru Les Private pasti akan selalu mengajar. Kalau Guru Les Private nya disiplin, otomatis si murid akan belajar dengan si Guru Les tersebut. Guru Les Private yang baik dan berhasil memiliki ciri khas yakni guru tersebut tidak bisa nego, bilamana si murid nego untuk ganti jadwal les karena sejuta alasan. Dengan sifat fix dan tegas tersebut, alhasil akan memaksa si murid akan selalu disiplin belajar. Bila tidak, yah si guru les private tersebut akan disetir oleh si murid, jadi boneka deh. Dijamin pasti hasilnya tidak memuaskan, ataupun ada hasil, namun perkembangannya lamban sekali. Anda lihat EF, Kumon, Sakamoto, Yamaha Music, dll dimana mereka tidak memberikan toleransi bilamana si murid tidak datang. Tidak datang ya hangus. Namun kita lihat sisi baiknya, si murid akan memiliki jadwal les yang disiplin dan hasilnya pun luar biasa memuaskan. Karena kecenderungan, si murid akan memiliki sejuta alasan untuk tidak les. Dan orang tua juga banyak sekali kegiatan “jalan-jalan, nonton bareng, makan-makan dsb”. Budaya “menunda” yang sudah mendarah daging lebih banyak membawa efek negatif. Seyogyanya sebenarnya jadwal sibuk tersebut bisa diatur oleh orang tua, bilamana ada kemauan untuk maju. Sehari ada 24jam = 24 x 3600 detik=85400 detik, jadi cukup banyak waktu. Masa menyediakan waktu les hanya 1 jam tidak bisa.

2. Guru les private yang berhasil membuat grafik prestasi siswa menaik baik perlahan-lahan maupun cepat.

3. Guru les private yang berhasil memberikan motivasi luar biasa ke sang murid. sehingga si murid tanpa disuruh pun dengan inisiatif sendiri mau belajar. Tentunya si guru les private ini sangatlah komunikatif dua arah dengan si murid. Dan si murid pun mau mendengarkan nasihat guru les private, dengan menganggap guru les private tersebut sebagai bapak/ayahnya sendiri.

4. Guru les private yang memberikan arahan ke si murid, nanti ke depannya si murid mau jadi apa? Apa gunanya belajar trigonometri? Apa gunanya belajar gerakan melingkar? Apa gunanya belajar Asam-Basa? Bagaimana penerapan sehari-hari? Apakah ilmu tersebut bisa dijual kelak setelah sudah dipelajari? Apakah si murid bisa buka usaha dengan hanya belajar trigonometri? Dan sebagainya. Sehingga si murid tidak merasa sia-sia belajar. Dengan mengetahui kegunaannya, maka si murid akan termotivasi. Semisal si murid belajar reactivity series, artinya si murid bisa mencampur-campur berbagai kimia, apakah dengan elektrolisis yakni mungkin saja si murid bisa membuka toko emas, bengkel coating, dan sebagainya. Bahkan si murid bisa buat usaha industri rumah tangga skala kecil, hanya dengan packaging machine. Dan si murid bisa diarahkan, apabila si murid ambil teknik sipil, gimana bisa menjadi kaya raya. Bilamana ambil FMIPA gimana bisa kaya? Apakah cuma duduk di laboratorium saja, apa hanya jadi dosen? Suatu negara yang besar tidak akan mengajarkan rakyatnya untuk belajar terus kemudian bekerja untuk orang lain. Namun bagaimana bisa menciptakan lapangan pekerjaan, berperan sebagai entrepreneur? Dan terpenting bagaimana bisa Financial Freedom? Kiat-kiat yang harus disiapkan selama SMP dan SMA bagaimana?

5. Guru les private yang bisa memasukkan si murid masuk UI atau ITB atau UGM, baik dengan jalur undangan, maupun jalur SBMPTN / SIMAK UI. Banyak orangtua yang anaknya baru SMP 1 namun sudah memasukkan ke Bimbel Akong dikarenakan untuk make sure, dari SMP si anak sudah dididik dipersiapkan untuk bisa masuk SMA unggulan di Jakarta, serta kelak di SMA unggulan si siswa nilainya cukup bagus, sehingga dengan mudahnya mendapat undangan dari UI ataupun ITB. Atauupun bilamana si siswa kemampuannya kurang, namun si siswa digembleng terus menerus, sehingga pada waktu SBMPTN ataupun SIMAK UI si siswa sudah pasti lulus UI. Terlebih lagi bilamana si guru les private tersebut punya kemampuan untuk membuat siswa tersebut bisa mendapatkan beasiswa keluar negeri,ataupun di dalam negeri, atau bisa membuat si siswa tembus universitas yang lebih tinggi daripada UI maupun ITB, seperti Nanyang maupun NUS.

6. Guru Les Private yang menjadi pembicaraan banyak orang based on “word of mouth”, dari mulut ke mulut. Atas dasar itu, banyak sekali referensi berdatangan kepada Guru Les Private tersebut. Tak dipungkiri lagi, tentunya kualitas Guru Les Private tersebut juga sangatlah tinggi.

7. Guru Les Privat yang merupakan lulusan dari UI maupun ITB. Namun perlu dicek mengenai ranking si guru les tersebut. Maaf saja, bilamana dapat guru les private yang memiliki record pendidikan yang buruk di UI maupun ITB otomatis membawa dampak ke hasil pengajaran. Terlebih guru les tersebut apabila memiliki pengalaman sekolah / kuliah di luar negeri, hal ini memberi nilai plus untuk pengajaran Les International School.

Semoga artikel ini memberikan pencerahan kepada para orangtua siswa sehingga memiliki bekal pengetahuan dalam memilih yang terbaik bagi buah hatinya.

 

 

 

 

 

Tagged with: , ,
Posted in guru les, Les Privat, Les Private

Akhirnya Lolos Tes Masuk SMA Al Azhar Pusat Setelah Les Private

Orang tua murid di bulan ini sangatlah menghawatirkan anak-anak mereka apabila mereka masih belum diterima masuk SMA ataupun SMP yang dikehendakinya. Adapun berbagai tes masuk yang diselenggarakan sekolah favoritenya diikuti oleh siswa tersebut. Parahnya tes masuk tersebut sangatlah berdekatan dengan Ujian Nasional, sehingga fokus belajar terpecah antara persiapan UN dan persiapan tes masuk sekolah.

Irfan sangatlah berbangga, dengan ikut Les Private di Bimbel Akong, Irfan berhasil lolos tes masuk sekolah Al Azhar Pusat. Seperti diketahui untuk tembus masuk SMA Al Azhar Pusat ini sangatlah sukar sekali. Kompetisinya sangat tinggi sekali, sekolah ini menjadi icon sekolah favorite di Jakarta, terutama Jakarta Selatan. Karena dengan berbasis agama, dan pengajaran budi pekerti dan akhlak, menjadikan Al Azhar Pusat sekolah bergengsi yang diingini semua orang.

Berikut percakapan antara Bunda Irfan dengan Mr Akong terkait dengan kesuksesan Irfan lolos tes masuk Al Azhar Pusat.

Testimonial Untuk Les Private Akong Testimonial Untuk Les Private Akong Testimonial Untuk Les Private Akong

 

Tagged with: ,
Posted in Les Privat, Les Private

Loh Ternyata Juara Umum Binus International School Les Privat Di Sini?

Tiap tahun program Les Privat di Bimbel Akong mencetak puluhan juara kelas maupun sekolah di Jadebotabek (Jakarta Depok Bogor Tangerang Bekasi), bahkan dari Bandung, Cirebon, Surabaya, Jogya, Palembang, dll. Dhanya ikut Les Privat di Bimbingan belajar Akong program Les International School yakni Les A Level / Les Cambridge A Level dan Les IGCSE dan ternyata hasilnya meningkat terus, dan puncaknya Dhanya dinyatakan sekolah sebagai juara umum no 2 di SMA Binus International Serpong. Metode pengajaran yang diterapkan untuk Binus International Serpong cukup berbeda dengan Binus International Simprug yang menggunakan program Les IB (Les International Baccalaureate)

Kini Dhanya dengan mudahnya diterima kuliah di Fontys University, Eindhoven, Netherland, Electrical Engineering. Jejak Dhanya ini kemudian menjadi pemicu semangat belajar para murid Binus International School baik Simprug maupun Serpong yang les private di Bimbingan Belajar Akong, karena kakak kelasnya berhasil menjadi juara di Binus.

Berikut cuplikan pembicaraan antara Dhanya dengan Mr. Akong mengenai prestasi hasil belajar Dhanya berkat ikut Bimbel Akong

Dhanya Murid Les Private Akong Dhanya Murid Les Private Akong Dhanya Murid Les Private Akong

 

 

 

 

Tagged with: , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Bimbel, Bimbingan Belajar, Les A Level, Les Cambridge, Les Cambridge A Level, Les IB, Les IB (International Baccalaureate), Les International School, Les Pelajaran IB (International Baccalaureate), Les Privat, Les Private, Testimoni

Les IELTS Di Bimbel Akong Membuat Anak SMAK Ini Tinggi IELTS-nya

“IELTS itu mudah”. Menjelang Ujian Nasional jutaan anak sibuk belajar. Sebagian lagi mereka bukan hanya belajar UN namun mereka juga harus belajar Les IELTS untuk mempersiapkan diri Tes IELTS guna sebagai pelengkap requirement Universitas di Luar Negeri yang sedang didaftarnya. Mereka mempersiapkannya jauh-jauh hari, sehingga ketika mereka kelar UN, dan lulus dari SMA, mereka langsung berangkat melanjutkan studi kuliah di luar negeri. Sehingga tidak perlu menunggu setahun lagi.

Gerry Sajuti, siswa SMAK BPK Penabur yang rencana mengambil kuliah di Singapore, memutuskan untuk les di AKONG BIMBEL. Selain fak eksakta seperti les matematika, les fisika, dan les kimia, di Bimbingan Belajar Akong tidaklah kesulitan untuk mengajar IELTS dikarenakan memang sang pengajar memang lulusan Auckland, yang merupakan basisnya UK English sebagai negeri British Commonwealth (negeri-negeri persemakmuran Inggris). Dan juga dikenal sebagai tuition center for International School di Jakarta,  dimana Bimbel Akong banyak sekali murid-murid sekolah international dari berbagai wilayah Jadebotabek yang ikut Les International School, serta banyaknya bule yang juga ikut les di Bimbel Akong sehingga pengajaran IELTS seperti “piece of PIZZA”

Awalnya Inggris Gerry sangatlah minim meskipun Gerry sudah ikut EF serta les private lainnya, namun nyatanya pada konsep pengerjaan IELTS banyak sekali yang salah. Namun dengan metode pembelajaran tingkat tingkat tinggi di Bimbel Akong, alhasil tidak perlu menunggu lama, Gerry dapat mencapai nilai IELTS yang sangat tinggi. Berikut percakapan antara Mr Akong dengan Gerry Sajuti

photo_01034 photo_01035 photo_01033

 

 

 

 

 

Tagged with: , , , , , , , ,
Posted in Bimbel, Bimbingan Belajar, Les IELTS, Les International School, Les Pelajaran International School, Les Private, Testimoni, Tuition Center in Jakarta
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,625 other followers